
minyak goreng kemasan dua liter, dari harga Rp 30 ribu, naik jadi Rp 32.500 per 2 liter. Foto: Dokumentasi Batam Pos
batampos.co.id – Kenaikan harga minyak goreng diprediksi tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, bahan baku minyak goreng, yakni Crude Palm Oil (CPO) masih tersedia di pasaran.
“Kenaikan harga minyak goreng tidak akan lama. Karena bahan bakunya masih tersedia di pasaran,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi di Hotel Holiday Inn, Batam, Jumat (12/11).
Ia menyebut andil minyak goreng memang besar pada peningkatan inflasi bulan lalu, tapi hal tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Kepri.
“BI akan selalu mengambil langkah penting untuk menjaga stabilitas inflasi di pasaran,” jelasnya.
Terganggunya suplai CPO yang terjadi karena penurunan panen sawit di semester kedua memang berpengaruh besar terhadap harga minyak goreng.
Baca Juga: Disperindag Kota Batam Surati Pemerintah Pusat
Ditambah lagi, meski sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, tapi banyak produsen minyak goreng tidak terintegrasi dengan produsen CPO.
Sehingga, para produsen minyak goreng dalam negeri harus membeli CPO sesuai dengan harga pasar lelang dalam negeri, yaitu harga lelang KPBN Dumai yang juga terkorelasi dengan harga pasar internasional. Akibatnya, apabila terjadi kenaikan harga CPO internasional, maka harga CPO di dalam negeri juga turut menyesuaikan harga internasional.
Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang mengalami inflasi pada Oktober lalu, dan berlanjut hingga November. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, minyak goreng memberikan andil sebesar 0,1454 persen dari tingkat inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau. (*)
Reporter : Rifki Setiawan

