Kamis, 16 April 2026

Kesadaran Masyarakat untuk Divaksinasi Covid-19 Semakin Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Masyarakat antre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Mapolsek Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

Antusias dan kesadaran warga Batam untuk melakukan vaksin Covid-19 semakin tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, sebanyak 788.949 atau 86,9 persen warga Batam telah divaksin Covid-19.

Rengga Yuliandra – Batam

batampos.co.id – Pagi itu masih menunjukan pukul 08.00 WIB. Yunita, warga Marina sudah berada di Mapolsek Sekupang. Hari itu merupakan jadwal untuk vaksin keduanya.

Ditemani sang suami, ibu dua anak itu mengisi satu per satu formulir dan skrining sebelum vaksinasi.

Ada sejumlah pertanyaan yang harus diisi seperti apakah anda pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, apakah anda sedang hamil dan menyusui, apakah anda mengalami gejala ispa dan sebagainya.

“Sengaja datang pagi supaya cepat selesai,” katanya singkat, Selasa (16/11).

Kegiatan vaksinasi di Mapolsek Sekupang kali ini terbilang cukup ramai. Meskipun masih pagi, antrean panjang sudah terlihat dari pintu masuk polsek.

Bahkan sejumlah personil kepolisan yang bertugas sengaja membatasi jumlah masyarakat agar tidak terjadi penumpukan.

“Yang sudah mengisi formulir dan skrining pindah ke depan sini ya. Ingat, tetapi jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan,” ujar salah seorang petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Masyarakat yang telah mengisi skrining mulai dipanggil satu persatu. Yunita menjadi nama pertama yang dipanggil.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Sekupang mulai melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari tekanan darah dan sebagainya.

“Tekanan darahnya normal ya bu. Hari ini vaksin kedua Sinovac ya bu,” ujar petugas kesehatan dengan ramah.

Proses vaksinasi itu pun tidak memakan waktu yang lama. Setelah disuntik, ia pun kemudian selanjutnya ke bagian pengisian data untuk mengurus sertifikat vaksin kedua.

“Alhamdulilah selesai juga vaksin kedua,” ungkap Yunita.

Awalnya ibu dua anak ini enggan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Namun ia berubah pikiran setelah melihat kasus Covid-19 yang sempat meledak awal Agustus 2021 lalu. Bahkan tetangganya meninggal dunia setelah terpapar virus mematikan ini.

“Awalnya gak percaya sih, tapi melihat banyak yang terpapar gitu jadi takut juga. Apalagi ada yang meninggal,” ucapnya.

Kesadaran ini mencuat setelah banyaknya sosialisasi yang diberikan pemerintah hingga perangkat RT di perumahannya. Hampir semua warga di perumahannya saat ini sudah divaksin.

Hal ini juga berdampak pada kasus aktif di wilayahnya, yang sebelumnya tinggi menjadi berkurang bahkan tidak ada lagi.

“Ya, tergantung niat juga, awalnya memang takut vaksin, tapi setelah diberi sosialisasi gitu akan pentingnya vaksin jadi makin yakin aja,” tambah Yunita.

Tak jauh berbeda dengan Yunita, Anton warga Tiban juga mengaku yakin dengan vaksinasi setelah sebelumnya kedua kakaknya terpapar virus Corona.

Beruntung saat itu kakaknya tidak dirawat di rumah sakit dan saat ini sudah dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.

“Mulai dari situ kami semakin mantap untuk divaksin,” katanya.

Menurutnya, virus ini bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat usia. Bahkan seseorang yang sebelumnya sehat bisa saja terinfeksi virus Covid-19.

“Makanya perlu semacam pelindung diri gitu. Selain menjaga protokol kesehatan, vaksinasi ini menjadi pelindung kita agar terhindar dari Covid-19,” tambahnya.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Surya Wardana, mengatakan antusias masyarakat Sekupang mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi.

Hal ini dibuktikan dari jumlah vaksin yang disediakan sebanyak 200 dosis habis hanya dalam waktu beberapa jam saja.

“Alhamdullillah berjalan lancar, warga taat protkes. Untuk antrean vaksin sudah habis, sesuai kuota dosis yang diberikan,” ungkap Kapolsek Yudha saat memantau prokes vaksinasi Covid-19 di Mapolsek Sekupang.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi di Mapolsek merupakan intruksi langsung dari Kapolresta Barelang.

Vaksinasi di polsek Sekupang juga menjadi bagian dari upaya percepatan vaksinasi Covid-19 nasional.

“Kita lihat dari hari ke hari jumlahnya semakin meningkat. Artinya kesadaran di masyarakat juga semakin bertambah,” tuturnya.

Tidak henti Yudha mengimbau, bagi warga pengunjung yang melaksankan vaksinasi agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tak hanya bagi warga yang melaksanakan vaksinasi, warga pengunjung layanan SPKT dan SKCK juga wajib menerapkan protkes.

“Bersama-sama kita menjaga prokes guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” imbau Yudha kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, 86,9 persen warga Batam sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

“Hingga pertengahan November ini cakupan vaksinasi sudah capai 86,9 persen,” ujarnya.

Didi menjelaskan, dari 907.317 total sasaran vaksin, sebanyak 788.949 atau 86,9 persen diantaranya sudah mendapat suntikan vaksin tahap pertama. Sementara sebanyak 648.861 atau 71,51 persen mendapatkan dosis kedua.

Jika dibagi per kategorinya, vaksin SDM tenaga kesehatan saat ini telah melebihi dari target yakni 9.729 atau 175,36 persen untuk dosis pertama, 9.596 atau 172,96 persen pada dosis kedua dan 4.679 atau 84,34 dosis ketiga.

Lalu, lansia sebanyak 20,760 orang atau 71,85 persen untuk dosis pertama dan 13.235 atau 45,8 pada dosis kedua.

Pelayan Publik 71,820 atau 89,39 persen untuk dosis pertama dan 71,599 atau 89,11 persen untuk dosis kedua.

Terakhir, masyarakat umum dan rentan yakni sebanyak 588.259 orang atau 87,19 persen untuk dosis pertama dan 476.787 atau 70,67 persen untuk dosis yang kedua.

“Target masyarakat umum dan rentan ini yakni 674.662 orang,” ungkap Didi.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam, lanjutnya, terus berupaya melalukan percepatan penyuntikan vaksin terhadap warga Batam.

Hal ini sebagai langkah memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 guna mengejar kekebalan komunal atau herd immunity warga Batam.

Vaksinasi kata Didi, dilaksanakan di sejumlah titik di Batam. Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis. Penyuntikan pun dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari, dan 28 hari bagi masyarakat lanjut usia (lansia).

Didi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir apa lagi takut untuk di vaksin. “Insya Allah aman,” sebutnya.(*)

UPDATE