
batampos – Tidak semua beruntung melangkah lebih jauh. Dari ratusan anak muda yang datang membawa mimpi, hanya 20 yang akhirnya bertahan dan berdiri sebagai finalis Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026.
Audisi yang digelar di Mega Mall Batam Centre, Minggu (12/4), bukan sekadar ajang seleksi. Ia menjadi panggung pembuktian, tentang keberanian tampil, ketajaman wawasan, hingga kemampuan membawa diri di hadapan publik.
Dari proses panjang tersebut, akhirnya terpilih 20 nama-nama terbaik yang berhak melangkah ke tahap berikutnya. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke pra karantina, karantina, hingga grand final yang menjadi puncak ajang.
Baca Juga: Dari Ajang Kompetisi ke Ruang Kolaborasi, Pilmapres 2026 Satukan Mahasiswa Terbaik Riau–Kepri
Sepuluh finalis Encik yang lolos yakni Fikri Ismail, Firli Farouq, Willyam Sahut, Alfajar Madani, Sanjit Saputra, Arya Saputra, Raveyan Muhamad, Muhamad Nabil, Harya Gilang, dan Hadrian Ivander.
Sementara itu, sepuluh finalis Puan yang berhasil melangkah adalah Sabrina Putri, Chelsea Anisa, Kezia Hirano, Rebecca Teresia, Nayla Balqis, Jo Fanny Chantika, Dina Hulbi Aulia, Charla Ranadhiya, Rameyza Alya, dan Meysa Aurelia.
Proses seleksi berlangsung ketat. Dewan juri yang terdiri dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, bersama para praktisi dan alumni duta wisata, menilai setiap peserta secara menyeluruh, tidak hanya dari penampilan, tetapi juga karakter dan wawasan.
Di antaranya hadir Kartika Dewi (Puan 1 Duta Wisata Batam 2012), Reza Mardian (Encik 1 Duta Wisata Batam 2007), Rudi dari Solidaritas Musisi Indonesia, serta Edo dari Solidaritas Pembawa Acara Kota Batam.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam ajang ini. Ia melihat banyak potensi yang tidak hanya menjanjikan, tetapi juga mencerminkan masa depan pariwisata Batam.
“Dari ratusan peserta yang mengikuti audisi, kami melihat banyak potensi luar biasa dari generasi muda Batam. Para finalis yang terpilih hari ini merupakan yang terbaik, tidak hanya dari segi penampilan, tetapi juga wawasan, sikap, dan kemampuan komunikasi,” ujarnya.
Baca Juga: Wajib Coba! 5 Donat Viral di Batam yang Lezat untuk Camilan dan Hidangan Penutup
Perjalanan para finalis belum selesai. Mereka akan memasuki tahap pembinaan yang lebih intensif melalui pra karantina dan karantina. Di sana, mereka akan dibekali berbagai materi, mulai dari kepariwisataan, budaya, public speaking, hingga pengembangan diri.
Tahapan ini akan menjadi ruang pembentukan karakter, sekaligus ujian untuk melihat siapa yang benar-benar siap menjadi representasi Batam.
Dengan terpilihnya 20 finalis ini, kompetisi pun memasuki fase yang lebih serius. Mereka bukan lagi sekadar peserta, melainkan calon duta yang akan membawa wajah Batam ke panggung yang lebih luas.
Harapannya, dari proses ini akan lahir sosok-sosok muda yang tak hanya tampil menarik, tetapi juga mampu berbicara, memahami, dan mempromosikan Batam dengan cara yang lebih hidup.
”Kami ingin mereka dapat berkembang menjadi duta wisata yang profesional dan mampu membawa nama Batam lebih dikenal luas,” kata Ardi. (*)

