
batampos – Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, hampir rampung, dengan kesimpulan sementara bahwa kecelakaan tersebut dipicu faktor cuaca ekstrem.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta data pendukung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kecelakaan ini disebabkan faktor alam. Saat tugboat beroperasi, kondisi perairan sedang dilanda badai. Hal ini diperkuat keterangan dari BMKG dan sinkron dengan keterangan saksi, termasuk kapten kapal di sekitar lokasi,” ujarnya, Kamis (23/4).
Baca Juga: Tarif Logistik Terancam Naik 40 Persen
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka terdiri dari satu korban selamat, manajer operasional perusahaan, serta sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan, penyebabnya mengarah ke faktor cuaca, bukan karena kesalahan teknis kapal,” jelasnya.
Menyikapi peristiwa tersebut, Bayu mengimbau para kapten kapal agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran guna meminimalkan risiko kecelakaan.
“Pastikan kondisi cuaca aman sebelum beroperasi, dan utamakan keselamatan,” tegasnya.
Baca Juga: Keluarga Minta Kepastian Medis dan Ayah Biologis, Polisi Ekshumasi Jasad Wanita Muda di Batuaji
Diketahui, insiden tugboat ASL Mega terbalik terjadi pada Jumat (6/3) sore saat kapal tersebut tengah membantu proses pandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta di perairan dekat jetty PT ASL Shipyard. Dalam proses itu, kapal tiba-tiba terbalik.
Saat kejadian, terdapat lima kru di atas kapal. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman (nakhoda), Guntur Pardede, dan Jhonson Bertuahman Damanik.
Sementara dua kru lainnya berhasil selamat, yakni M. Habib Ansyari dan Yusuf Tangkil. Yusuf bahkan ditemukan dalam kondisi hidup setelah terjebak di ruang mesin selama tiga hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. (*)

