Kamis, 16 April 2026

Ketersediaan Vaksin Booster di Batam Mencukupi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilsutrasi. Salah seorang warga Kota Batam menjalani vaksinasi booster. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan, bahwa vaksin booster saat ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari oleh masyarakat.

Terlebih lagi, vaksin ini menjadi salah satu syarat wajib untuk mudik Lebaran nanti.

”Ya, hampir setiap lokasi antusias warga untuk vaksinasi sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Didi, saat ini capaian vaksin booster di Batam sudah mencapai 28 persen. Dimana, pada akhir Maret ini ditargetkan 30 persen warga Batam sudah vaksin booster dan di April 50 persen warga.

”Sesuai target akhir April sudah setengah atau 50 persen warga sudah di-booster,” tambahnya.

Terkait stok vaksin khususnya booster, Didi menjawab aman dan mencukupi untuk dua bulan ke depan. Dimana, untuk jenis Pfizer 756 dosis, Moderna 17.500 dosis, AstraZaneca 12.170 dosis dan Sinovac yakni 6.928 dosis.

”Insya allah cukup. Vaksinasi disalurkan dengan bekerja sama dengan puskemas, polsek-polsek, swasta dan lain-lain,” pungkas Didi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, minat masyarakat untuk ikut booster memang mengalami peningkatan.

Hal ini terbukti dari pelaksanaan yang digelar pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan Kota Batam.

Sejauh ini setiap titik penyelenggaran vaksin booster selalu ramai, dan pendaftaran online yang dibuka juga dipenuhi pendaftar.

Dikeluarkannya kebijakan booster sebagai syarat perjalanan dinilai lebih meringankan dibandingkan rangkaian tes seperti beberapa waktu lalu.

”Ini gratis. Mereka cukup daftar dan datang ke posko vaksin. Kalau dulu mereka harus keluar biaya untuk tes antigen maupun PCR. Jadi sudah pasti antusiasnya lebih tinggi,” kata dia.

Pemerintah Kota Batam dari awal sudah mendorong dan mendukung program pemerintah untuk capaian vaksin. Sejauh ini, Batam termasuk kota yang sukses menggelar vaksinasi di Indonesia.

Berbagai kendala dari awal pelaksanaan hingga saat ini terus dievaluasi. Seperti ketersediaan vaksin, kemampuan tenaga vaksinator, serta titik-titik pelaksanaan vaksinasi.

Perkiraan adanya kenaikan permintaan terhadap booster sudah diprediksi, pasca dikeluarkannya kebijakan syarat perjalanan mudik oleh pusat.

”Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala. Dibanding beberapa Minggu lalu, sekarang ini booster selalu penuh pendaftar,” imbuhya.

Ia menargetkan seluruh masyarakat bisa mendapatkan vaksin booster dengan mudah. Untuk saat ini informasi ketersediaan vaksin masih ada.

Hanya saja untuk pemberian dalam satu hari memang dibatasi, hal ini karena mengingat kemampuan tenaga medis.

”Link pendaftaran online sudah ada, dan semua organisasi juga mendukung program ini, sehingga pemberian booster bisa lebih cepat. Kalau bisa sebelum masuk arus mudik capaian sudah maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Enung Sholihah, 40, warga Batuaji, mengatakan tidak mendapatkan vaksin karena antrean pendaftaran sudah penuh.

Ia mengaku tidak melakukan pendaftaran online, dan terlambat datang ke lokasi vaksin.

Ia mengaku ingin mendapatkan vaksin booster karena ingin berkunjung ke Singapura. Selama pandemi ia terpisah dengan suaminya yang merupakan warga negara Singapura.

”Sudah boleh masuk ke sana (Singapura, red) makanya ikut booster. Tapi ternyata pendaftaran sudah penuh. Mungkin besok saya coba lagi,” sebutnya.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra-Yulitavia

UPDATE