Sabtu, 30 Mei 2026

LAZ Batam Salurkan Rendang Kurban ke Pulau Terluar, Tempuh Perjalanan Tiga Jam Demi Warga 3T ‎

spot_img

Berita Terkait

LAZ Batam menyelenggaran kurban dan distribusi dilakukan pada hari ketiga Iduladha, Jumat (29/5). F.Cecep Maulana

‎batampos – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam kembali melanjutkan program distribusi hewan kurban ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) pada Iduladha 1447 Hijriah.

Menariknya, bantuan yang disalurkan kali ini bukan hanya dalam bentuk daging mentah, tetapi juga rendang siap santap untuk masyarakat pesisir dan pulau terluar.

‎Distribusi dilakukan pada hari ketiga Iduladha, Jumat (29/5), dengan sasaran masyarakat suku laut, mualaf, hingga warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil di wilayah hinterland Batam.

‎Kepala LAZ Batam Kepri, Syarifudin, mengatakan rendang tersebut dikirim ke sejumlah wilayah terpencil seperti Pulau Caros, Teluk Nipah dan Teluk Nanga.

‎Menurutnya, bantuan itu diperuntukkan bagi warga yang selama ini cukup sulit mendapatkan distribusi daging kurban secara merata karena faktor geografis dan akses transportasi.

‎“Sore ini kita jalan. Siang tadi kita packing rendangnya karena sudah diolah kemarin,” kata Syarifudin kepada Batam Pos.

Baca Juga: Harga Ayam Potong di Batam Masih Terpantau Tinggi, Capai Rp45 Ribu per Kg

‎Ia menjelaskan, untuk wilayah Pulau Caros, bantuan rendang kurban akan disalurkan kepada sekitar 18 kepala keluarga (KK) suku laut dan mualaf.

Sementara di Teluk Nipah distribusi menyasar sekitar 50 KK, sedangkan Teluk Nanga menjadi wilayah penerima terbanyak dengan jumlah mencapai ratusan kepala keluarga.

‎Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh lokasi bisa dijangkau dalam satu hari karena medan perjalanan yang cukup jauh dan harus menyeberang laut menggunakan pompong.

‎“Belum tahu apakah hari ini bisa sampai semua. Mungkin satu atau dua pulau dulu. Yang jelas hari ini ada salah satu pulau terluar yang kita salurkan rendang,” ujarnya.

‎Tempuh Perjalanan Laut Berjam-jam

‎Syarifudin menjelaskan distribusi bantuan ke wilayah hinterland bukan perkara mudah. Untuk menuju Teluk Nipah dan Teluk Nanga misalnya, tim LAZ terlebih dahulu harus menempuh perjalanan darat menuju kawasan Jembatan 6 Barelang.

‎Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang laut menggunakan pompong selama kurang lebih satu jam menuju pulau tujuan.

‎“Kalau dihitung total perjalanan bisa hampir tiga jam,” katanya.

‎Menurutnya, alasan LAZ memilih mengolah daging kurban menjadi rendang bukan tanpa sebab. Sebagian warga di pulau terpencil cukup kesulitan mengolah daging mentah karena keterbatasan akses bumbu dapur hingga biaya transportasi menuju pasar di Kota Batam.

‎Karena itu, daging kurban diolah menjadi makanan siap santap agar lebih praktis dan benar-benar bisa dinikmati masyarakat penerima.

‎BP Batam Ikut Salurkan Hewan Kurban

‎Pada hari yang sama, LAZ Batam juga menerima tambahan daging kurban dari BP Batam untuk ikut didistribusikan ke masyarakat pesisir dan pulau terluar.

‎Syarifudin mengatakan pihaknya dipercaya membantu penyaluran daging kurban hasil penyembelihan hewan kurban BP Batam agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

‎“Hewan kurban yang disembelih di BP Batam sebagian ikut dalam program sebar hewan kurban wilayah 3T melalui LAZ. Artinya kami membantu mendistribusikannya,” ujarnya.

‎Program distribusi kurban ke wilayah 3T tersebut menjadi salah satu upaya pemerataan manfaat Iduladha agar tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga warga yang tinggal di pulau-pulau terluar Batam.

‎Selain membagikan daging mentah, LAZ Batam tahun ini juga mulai memperluas pola distribusi dalam bentuk makanan olahan siap konsumsi agar lebih efektif menjangkau masyarakat pesisir dan suku laut yang hidup jauh dari pusat kota. (*)

ReporterM. Sya'ban
spot_img

UPDATE

Play sound