
batampos – Jumlah penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) naik tiga kali lipat pada H-4 lebaran atau Kamis (28/4). Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, sepanjang Rabu (27/4) sebanyak 24 kapal berlayar meninggalkan Batam dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 2.800 orang lebih.
Sementara pada Kamis (28/4), kapal yang berangkat dari PDS kembali naik menjadi 30 kapal dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 3.000 penumpang lebih. “Untuk pastinya nanti sore baru direkap datanya. Nanti diinfo,” ujar Kepala Pos KSOP PDS Parsaoran Samosir, Kamis (28/4).
Sementara Kepala Pengelola PDS Dirman mengatakan, puncak mudik diperkirakan akan terjadi pada 28 April hingga 30 April 2022 ini. Diprediksi jumlah pemudik bakal mencapai angka 3.000 sampai 3.500 orang pemudik setiap harinya.
“Prediksi hari ini sudah mulai puncaknya,” ujarnya.
Dirman menambahkan, pada H-4 Lebaran pergerakan jumlah penumpang di PDS sudah mulai mengalami peningkatan dan bergerak di atas angka 2.800 penumpang per hari. Jumlah tersebut naik dibandingkan hari-hari sebelumnya yang bergerak sekitar 900—1.000an penumpang per hari.
“Sebagian besar penumpang ini tujuan luar provinsi seperti Dumai,” bebernya.
Sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan penumpang, Dirman menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pegawai pelabuhan, agen kapal, balai kesehatan pelabuhan dan lainnya untuk mengubah jam masuk kerja ke pukul 03.00 WIB sampai 17.00 WIB atau kapal terakhir datang.
“Memang sejak H-7 ini jam masuk karyawan kita ubah ke pukul 03.00 WIB. Hal ini kita lakukan guna mengantisipasi penumpukan penumpang di pelabuhan,” beber Dirman.
Bahkan, lanjutnya sejak h-7 ini pihaknya juga menambah personil lima orang lagi guna membantu operasional di pelabuhan.”Karena masuk pukul 03.00 WIB, kita minta sahur di pelabuhan semua, sehingga mereka sudah stanbay dan bisa melayani penumpang dengan lebih maksimal,” pungkasnya.
Aswi salah seorang pemudik mengaku ingin lebaran di kampung halamannya di Padang. Kebetulan ia menggunakan jalur laut dari Sekupang lalu Dumai dan dilanjutkan perjalanan darat ke Padang. Pria dua anak itu mengaku hampir setiap tahun lebaran di kampung menggunakan kapal laut dengan alasan harga tiket kapal lebih murah dibanding pesawat.
“Ya, pulang semua, sudah biasa pakai kapal laut. Lebih terjangkau sih,” ujarnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

