
batampos – Aksi pencurian dengan modus menyamar sebagai kurir paket mulai meresahkan warga Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam. Pelaku diduga berpura-pura mencari alamat atau mengantarkan paket sebelum menggasak barang-barang yang berada di teras rumah, terutama sepatu dan sandal.
Salah seorang warga, Doni Saputra, mengatakan aksi pencurian terbaru terjadi pada Sabtu (18/7) dini hari. Pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) mengenakan tas berukuran besar dan beraksi layaknya kurir pengantar paket.
“Dia pura-pura mengantar paket. Setelah melihat situasi sepi, langsung mengambil sepatu yang ada di rak depan rumah,” kata Doni kepada Batam Pos.
Baca Juga: Viral! Warga Ribut di Disdukcapil Batam Protes Pendataan Penduduk Non-Permanen
Dalam kejadian tersebut, beberapa pasang sepatu milik warga raib. Doni menyebut aksi serupa tidak hanya menimpa dirinya. Sejumlah warga di kawasan Bukit Ayu dan Tanjung Piayu juga mengaku kehilangan barang yang diletakkan di teras rumah.
Menurutnya, laporan kehilangan sepatu semakin sering bermunculan di grup komunikasi RT dan RW. Modus pelaku pun beragam, mulai dari berpura-pura mencari alamat hingga mengenakan atribut layaknya kurir paket untuk mengelabui warga.
“Sudah marak terjadi di daerah Piayu. Kadang pelaku hanya mutar-mutar mencari alamat, ada juga yang membawa tas besar seolah-olah kurir paket. Mereka beraksi siang maupun malam,” ujarnya.
Selain sepatu dan sandal, warga juga melaporkan kehilangan sepeda yang diparkir di halaman rumah. Meski demikian, sebagian besar korban disebut belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, mengimbau masyarakat segera membuat laporan polisi apabila menjadi korban pencurian. Menurutnya, laporan resmi sangat penting sebagai dasar bagi kepolisian untuk memetakan lokasi rawan sekaligus melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Ombudsman Soroti Krisis Sampah Batam: Armada Pengangkut Minim dan TPA Kian Sesak
“Kami mengimbau masyarakat segera membuat laporan kepolisian. Dengan adanya laporan, kami bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya dan melakukan penanganan,” kata Alex.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan perangkat RT dan RW dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan terhadap akses keluar-masuk permukiman dan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Kami sudah beberapa kali mengumpulkan RT, RW, dan camat untuk membangun sistem keamanan di masing-masing wilayah. Kepolisian akan bekerja maksimal melakukan kontrol dan pengawasan, tetapi keamanan lingkungan juga membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujarnya.
Alex mengajak warga lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan agar tindak kriminalitas dapat dicegah sedini mungkin. (*)

