Selasa, 12 Mei 2026

Heboh, Oknum Pedagang di Batam Diduga Curangi Timbangan

Berita Terkait

Ilustrasi, Personel Sat Samapta Polresta Barelang saat meninjau penerapan protokol kesehatan di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Sejumlah masyarakat khususnya pelanggan yang kerap berbelanja di Pasar Toss 3000 Jodoh mengeluhkan ulah sebagian oknum pedagang yang diduga mencurangi berat timbangan.

Akurasi timbangan beberapa oknum pedagang di pasar pagi tersebut banyak dipertanyakan karena ketika ditimbang di tempat lain, beratnya berbeda dan cenderung kurang dari berat semestinya.

Pada Minggu (13/3) pagi, beredar video yang memperlihatkan keluhan salah satu pembeli cabai merah keriting di salah satu lapak pedagang di pasar tersebut.

Pembeli wanita itu mengeluh lantaran cabai yang ia beli di oknum pedagang tersebut, memiliki berat berbeda saat coba ditimbang di timbangan milik pedagang lain di pasar yang sama.

“Dua minggu kemarin aku beli di sini timbanganku (barang yang dibeli, red) kurang seperempat yang cabai merah, yang cabai setan hilang satu ons. Ini (belanjaan kemarin pagi) aku timbang di dalam yang cabai merah (cuma) 7 ons (mestinya 1 kg), yang cabai ini (setan, kurang) satu ons,” ujar wanita dalam video yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Wanita tersebut terus meluapkan kekesalannya pada oknum pedagang cabai yang di dalam video berjumlah tiga orang tersebut.

“Enggak jujur kali kalian jadi pedagang,” katanya dengan nada tinggi.

Bukan sekali itu saja keluhan terkait akurasi timbangan di Pasar Toss 3000 Jodoh disampaikan pembeli. Beberapa pembeli yang lain juga kerap mengalami keluhan serupa.

Salah satunya Novi, warga Nongsa yang mengaku kesal usai berbelanja di Pasar Tos 3000 Jodoh, belum lama ini.

Pasalnya, sesampai di rumah, ia mencoba menimbang kembali semua belanjaanya. Ternyata, terdapat selisih berat timbangan dari yang ia beli di pasar.

“Sudah sering mengalami, kalau banyak timbangan pasar itu curang. Cuma sebelumnya saya tak sempat timbang lagi. Kemarin iseng-iseng menimbang, ternyata selisihnya banyak juga,” kata Novi.

Contohnya, sambung dia, saat dirinya membeli 1 kg cabai merah keriting. Saat ditimbang di rumah, ternyata beratnya hanya 694 gram atau 6,9 ons. Begitu juga dengan cabai rawit hijau dan cabai rawit merah, yang harusnya dibeli dengan berat 250 gram atau 2,5 ons, ternyata saat ditimbang hanya 1,9 ons.

“Hampir semua belanjaan ada selisih berat. Kalau pun ada yang akurat, itu cuma sedikit,” terangnya.

Menurut dia, kondisi itu pastinya memberatkan masyarakat, terutama, jika barang belanjaan itu akan dijual kembali. Bukannya mendapat untung karena harga lebih murah, mereka malah merugi cukup banyak.

“Belanja jauh-jauh ke Pasar Jodoh maksudnya ingin dapat harga murah. Tapi kalau dicurangi begini, malah jadi rugi,” ungkap Novi.

Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan dengan melakukan tera ulang timbangan pedagang di berbagai pasar.

Ia juga meminta agar pemerintah menyediakan timbangan khusus untuk warga yang berbelanja. Sehingga, jika merasa curiga dengan berat belanjaan, mereka bisa langsung menimbang dan komplain.

“Kalau menumpang timbangan sama penjual lainnya kan enggak enak. Jadi, harusnya memang disediakan juga timbangan akurat di pasar itu,” tegas Novi.

Hal senada dikatakan Dila, warga Batam Center. Ia mengaku sering mendapatkan timbangan tak akurat dari oknum pedagang di Pasar Tos 3000. Bahkan, pernah ia komplain ke pedagang, malah pedagang tersebut marah kepadanya.

“Saya angkat bungkusnya kok kecil, padahal saya belanja sayuran dengan jumlah yang sama. Pas saya bilang, ini kurang enggak pak, eh si bapaknya malah marah,” ceritanya.(*)

Reporter: Yashinta

UPDATE