Minggu, 3 Mei 2026

Pariwisata Batam: Baru Mulai Bangkit, Jatuh Lagi

Berita Terkait

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, saat mengisi acara Forum Komunikasi Bidang Pemasaran Pariwisata, belum lama ini. Foto: Disbudpar untuk batampos.co.id

batampos – Sektor pariwisata Batam baru saja mulai pulih dan berangsur normal. Namun perkembangan kasus Covid-19 yang kembali melonjak membuat pesimis sektor pariwisata bisa bangkit dalam waktu dekat ini.

Kepal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan beberapa agenda kegiatan sudah direncanakan untuk digelar dalam waktu dekat ini.

Pariwisata saat ini mengandalkan wisatawan nusantara (wisnus) karena belum adanya tamu dari negara lain yang masuk ke Batam. Salah satu kegiatan yang rencananya akan digelar adalah bazar atau kuliner.

“Masih melihat perkembangan kasus dulu. Beberapa bazar direncanakan dibuat. Apalagi sudah mendekati bulan Ramadan yang tinggal kurang lebih satu bulan ke depan,” kata Ardi usai menghadiri rapat di Kantor Wali Kota Batam, Senin (7/2).

Menurutnya, bazar ini bisa membantu pemulihan ekonomi kreatif. Saat ini banyak pelaku usaha yang banting setir untuk tetap bisa bertahan, tidak terkecuali sektor wisata.

“Kalau rencananya kami mau bangkitkan kembali aktivitas bazar di Dataran Dang Anom. Tapi melihat kondisi dulu,” imbuhya.

Ardi mengakui perkembangan kasus ini cukup mengkhawatirkan. Hal ini terjadi di tengah kebijakan travel bubble yang belum juga ada realisasinya sampai saat ini.

“Belum ada wisman yang masuk melalui kebijakan ini. Selain itu Singapura juga masih menghadapi Covid-19. Batam juga harus menghadapi gelombang ketiga saat ini,” tambahnya.

Ardi mengungkapkan optimis pariwisata bisa bangkit tahun ini, dan bisa normal di tahun depan. Masih ada 10 bulan ke depan untuk terus berbenah, dan tentunya pengendalian virus Covid-19 ini menjadi yang paling utama.

“Protkes di sektor wisata sudah sangat baik. Tinggal di tempat umum. Untuk yang wisatawan kuliner tim sudah turun untuk mengingatkan pelaku wisata untuk mendukung Protkes ini,” bebernya.

Untuk pusat perbelanjaan seperti mal juga masih memberlakukan scan barcode PeduliLindungi. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mengawasi perjalanan warga Batam. Sehingga jika ada kasus, bisa dengan cepat ditangani.

“Tugas kita bersama bagaimana agar kasus bisa ditekan. Salah satunya dengan memakai masker, mengurangi keramaian, dan tidak keluar rumah bila tidak penting,” ajaknya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE