
batampos – Pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemko Batam dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan sejumlah komoditi. Penekanan harga di bawah pasar menjadi daya tarik bagi warga untuk mendatangi bazar pasar murah.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan distributor untuk harga komoditi, serta komoditi prioritas yang akan dijual nantinya.
Ia menyebutkan untuk minyak goreng curah tersedia dengan harga sesuai yang ditentukan pemerintah. Untuk harga per kilogram (kg) minyak curah dijual Rp 15.500, dan untuk harga per liter dijual Rp 14 ribu.
“Di pasar mungkin harganya berbeda. Sebab itu kami minta sama distributor harganya tolong ikut yang sudah ditentukan pemerintah saja. Kalau di pasar kan kami tidak bisa kontrol. Tapi untuk pasar murah bisa, karena kami dan distributor langsung yang menyelenggarakan,” kata dia, Rabu (20/4).
Hal yang sama berlaku bagi komoditi lainnya. Seperti daging beku, bawang, cabai merah, dan minyak kemasan. Untuk minyak kemasan bisa jadi hampir sama harganya dengan ritel moderen. Kegiatan pasar murah ini menyajikan kebutuhan pokok yang dinilai prioritas.
“Kami sudah minta harga khusus. Tapi kalau pembeli merasa mahal atau beda harga tidak jauh dari harga pasar itu kan pilihan pembeli. Kami di sini mencoba menyiapkan, dan menekan harga. Tidak mungkin kami jual harganya lebih tinggi dari pasar. Namanya bukan pasar murah lah,” jelasnya.
Selama ini, komoditi yang disiapkan pasar murah selalu habis. Bahkan distributor menambah stok seperti telur dan daging. Ini artinya kegiatan pasar murah benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.
Menurutnya, tidak mungkin komoditi pokok itu habis terjual jika harganya mahal dari pada harga pasar. Ditambah lagi beberapa komoditi pokok mengalami kenaikan karena tingginya permintaan.
“Makanya pasar murah ini hadir. Jadi saya rasa soal harga tidak ada masalah. Intinya kami berupaya memenuhi kebutuhan. Kalau soal harga di pasar itu kan bukan wewenang kami. sekarang upaya kami membantu warga,” ujarnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

