
batampos – Remaja Batam yang tergabung dalam Raeksa (Remaja Anti Ekploitasi Seksual Anak) menyurati Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterrest. Surat ini dikirimkan melalui UNwomen di Jakarta.
Surat yang ditandatangani oleh Ketua Raeksa Batam, Bryghita. “Kami Raeksa, komunitas yang mendukung perlindungan anak dari eksploitasi. Kami bersuara untuk anak-anak Ukraina dan menyampaikan belasungkawa,” kata Bryghita
Dalam surat itu, Bryghita menyampaikan banyak korban yang meninggal dunia, termasuk dari anak-anak. Anak-anak ini, kata Bryghita kehilangan masa kecil yang indah. Akibat perang yang terus berkelanjutan. “Mereka kehilangan rumah, keluarga, tidak bisa bersekolah dan menimbulkan trauma terus menerus,” ucapnya.
Bryghita dan kawan-kawannya di Raeksa, berharap PBB mengambil langkah tegas dan tepat. Guna menghentakan perang yang menyengsarakan semua orang. “Beberapa teman kami di Ukraina, harus memilih meninggalkan tanah airnya. Demi menyelamatkan hidup,” ujar Bryghita.
Ada beberapa hal buruk dialami anak-anak tersebut. Bryghita mengatakan anak-anak di Ukraina, tidak memiliki kenangan masa kecil yang indah dan damai. Anak-anak di Ukraina hanya mengingat trauma, kecemasan dan ketakutan
“Kami tahu PBB dapat melakukan lebih banyak hal nyata, untuk membantu anak-anak ini di Ukraina. Hidup mereka adalah lebih penting daripada masalah politik. Mereka berhak bahagia, hidup aman, mereka punya hak sebagai anak,” ungkap Bryghita.
Ia berharap kondisi di Ukraina bisa kembali seperti dulu. Perang segera berakhir dan anak-anak kembali sekolah dan bergaul bersama teman-temannya tanpa ketakutan atau kecemasan. “Perang ini harus segera berakhir, demi masa depan anak-anak di Ukraina,” ujarnya.
Bryghita mengatakan surat yang dikirimkan 27 Februari lalu, sudah sampai di PBB. Surat ini diharapkan dapat mendorong PBB, untuk mengambil langkah tegas, mengakhiri perang di Ukraina. (*)
Reporter : FISKA JUANDA

