batampos – Pembangunan sarana berupa toilet di SMPN 4 Batam yang menghabiskan anggaran Rp 411.766.551, banyak menyita perhatian publik. Anggaran tersebut dinilai fantastis untuk pembangunan toilet di suatu sekolah.
Di SMPN 4 Batam, selain toilet, di sekolah tersebut juga membangun pagar serta pintu gerbang sekolah.
”Bukan toilet saja, ada gerbang juga yang dibangun,” ujar salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya, Senin (13/12/2021) siang.
Ia menjelaskan, untuk pembangunan toilet berada di dua titik. Yakni, toilet siswa yang terdiri 14 pintu serta toilet untuk majelis guru yang terdiri dari 4 pintu dengan total 18 toilet.
”Toilet ada yang diperbaiki dan dibangun. Termasuk toilet guru,” katanya.
Sementara itu, Tari, siswi SMPN 4 Batam, menyebut, sebelum direnovasi dan dibangun, toilet di sekolah tersebut dinilai sudah tak layak pakai.
”Saya dengar yang parah itu toilet untuk anak laki-laki. Banyak yang rusak. Kalau toilet cewek tidak terlalu parah kondisinya,” kata siswi kelas 8 tersebut.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menanggapi informasi terkait pembangunan toilet yang menghabiskan anggaran Rp Rp 411.766.551 tersebut. Revitalisasi dilakukan untuk 18 ruang toilet siswa dan guru di SMPN 4 Batam.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, proyek renovasi toilet (jamban) dengan tingkat kerusakan minimal hingga sedang serta pemasangan sanitasi ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.
Pekerjaan renovasi ada 5 unit/lokasi, 4 unit/lokasi renovasi dan 1 unit/lokasi renovasi berat, karena kondisinya sudah tidak layak. Total, ada 18 pintu toilet yang di-perbaiki, dengan rincian: 4 toilet/pintu guru untuk dua laki-laki dan 2 perempuan. Serta, 14 toilet/pintu untuk siswa.
Peningkatan fasilitas sekolah ini guna memberikan rasa nyaman bagi pelajar dan guru. Pengerjaan dilaksanakan dan selesai tahun ini. 18 unit itu terdiri dari dua unit toilet untuk tenaga guru perempuan, dan dua unit untuk toilet guru lelaki. Sementara, 14 toilet lainnya akan digunakan siswa.
Hendri menjelaskan, fasilitas toilet memang salah satu hal yang penting di sekolah. Kenyamanan siswa dari segi toilet ini juga sangat penting. Sebanyak 14 toilet ini akan digunakan untuk 1.134 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut.
Untuk itu, pihaknya tidak ingin ada kesalahan informasi yang beredar. Tim lang-sung turun untuk mengklarifikasi ke sekolah, dan melihat langsung bentuk fisik dari bangunan toilet sekolah.
”Jadi, bangunan ini ada yang kami rehab (renovasi) dan revitalisasi. Rata-rata semua bangunan mengalami rusak berat. Jadi, sudah selesai dikerjakan,” ujarnya, Senin (13/12/2021).
Perbaikan fasilitas dan infrastruktur sekolah ini akan digunakan ketika siswa sudah kembali ke sekolah. Hendri menekankan keberadaan toilet yang nyaman juga sangat dibutuhkan siswa dan guru.
Secara bertahap peningkatan infrastruktur selalu dilakukan. Mulai dari pengerjaan ruang kelas baru (RKB), toilet, ruang seni, hingga bangunan lainnya. Usulan yang dikabulkan melihat ketersediaan anggaran dan tingkat prioritas.
”Usulan sudah dari lama, cuma baru kali ini bisa dikerjakan. Karena melihat anggaran juga. Dan tahun lalu kami juga mengerjakan bangunan RKB,” jelasnya.
Bukan lewat Dinas Cipta Karya
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, mengatakan, tahun ini pihaknya tidak membangun infrastruktur di sekolah-sekolah. Menurutnya, semua pembangunan diserahkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Batam.
”Kami enggak ada mengerjakan sekolah, termasuk juga toilet sekolah enggak ada,” ujarnya saat menanggapi renovasi toilet di SMPN 4 Batam, Senin (13/12/2021).
Ditanya mengenai besarnya anggaran renovasi toilet, Suhar juga enggan berkomentar banyak. Menurutnya, harus dilihat dulu rencana anggaran biaya (RAB) serta spesifikasi dari bangunannya.
”Kami enggak tahu juga karena tidak punya data spesifikasinya,” tambah Suhar.
Disebutkannya, untuk pembangunan atau renovasi sendiri, dilakukan secara lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Selain itu, ia menilai tentu ada Standard Operating Procedure (SOP) dan cara perhitungan anggarannya.
”Biasanya begitu, dan tentu ada perhitungannya,” ungkap Suhar.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengarahkan, agar berkoordinasi dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Hendri juga mengaku sudah mengarahkan ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). ”Saat ini mereka lagi bersama konsultan,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI, YULITAVIA, RENGGA YULIANDRA



