Jumat, 24 April 2026

Pembangunan Sirkuit Internasional Dipindah dari Batam ke Bintan

Berita Terkait

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan Ketua IMI Kepri, Usep RS, saat meninjau lokasi lahan untuk pembangunan sirkuit balap bertaraf internasional di kawasan Nongsa, Kota Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos – Usulan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memindahkan lokasi pembangunan sirkuit internasional dari Batam ke Bintan, membuahkan hasil. Kemenkoperekonomian menyetujui usulan Ansar tersebut.

“Benar rencana pembangunan sirkuit internasional ini akan dipindah ke Bintan. Kami usulkan dan sudah disetujui,” kata dia, Rabu (19/1).

Ansar memiliki alasan yang kuat untuk memindahkan pembangunan sirkut tersebut. Salah satunya, jika dibangun di Batam, tepatnya di Nongsa, maka akan berdekatan dengan Nongsa Digital Park (NDP).

Ansar menilai pembangunan dan penggunaan sirkuit akan digunakan setiap hari, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kebisingan, padahal NDP merupakan salah satu pusat perfilman dan industri teknologi informasi berteknologi tinggi di kawasan Nongsa.

Ia menjelaskan, proses pemindahan sirkuit tersebut sudah dibahas bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Bintan menurutnya merupakan tempat strategis untuk pembangunan sirkuit internasional tersebut karena bisa mendongkrak daerah wisata Bintan ke depannya.

“Kalau dekat NDP dibangun, ada kebisingan yang akan terjadi pada saat latihan, pertandingan, dan lainnya. Tentu akan menganggu pembuatan film di NDP. Hal ini menjadi konsen khusus, karena kawasan itu juga termaksud KEK,” lanjutnya.

Dalam rapat yang berlangsung dengan Menko Perekonomian, selain menyampaikan usulan Bintan sebagai lokasi pembangunan sirkuit internasional yang baru, Ansar juga menerangkan grand design sirkuit dengan luas yang mencapai 200 hektare.

“Tapi perlu ditekankan, ini adalah keputusan bersama. Lokasi yang akhirnya dipilih adalah kawasan Bintan Resort, dengan luas 200 Ha. Grand Design juga sebelumnya telah kita bahas,” paparnya.

Dalam rencana pembangunan tersebut, Ansar juga menyebutkan akan ada delapan perusahaan swasta bertaraf Iiternasional yang akan terlibat dan membentuk satu konsorsium.

Namun ia belum dapat menyebutkan berapa total anggaran yang akan dihabiskan pada proyek ini.

“Kalau tidak ada halangan, Februari ini akan dilakukan Ground Breaking. 8 perusahaan swasta akan terlibat, mereka akan bentuk konsorsium. Hal ini juga telah dibahas dengan IMI,” ungkapnya.

Dengan hadirnya sirkuit internasional ini, Ansar juga berharap agar hal serupa dapat dikembangkan di beberapa Kabupaten/Kota lain di Kepulauan Riau.

Dengan begitu, Ansar mengharapkan agar wisatawan mancanegara (Wisman), yang berkunjung ke Kepri dapat menghabiskan waktu lebih lama.

“Banyak fasilitas internasional di sini, tentu akan menambah masa mereka berkunjung ke Kepri. Seperti Bintan yang juga sudah didukung banyaknya resort, dengan fasilitas mewah,” tuturnya. (*)

REPORTER : YULITAVIA

UPDATE