Kamis, 16 Juli 2026

Pembangunan SMKN 13 Batam Dimulai, Siswa Masih Belajar di SMAN 8

Berita Terkait

Peletakan batu pertama pembangunan SMKN 13 Batam di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, dilakukan oleh Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Senin (13/7). Sekolah kejuruan baru itu dibangun untuk menambah daya tampung pendidikan vokasi dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri di Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Setelah memulai tahun ajaran perdana dengan menumpang di SMAN 8 Batam, SMKN 13 Batam akhirnya memasuki tahap pembangunan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BP Batam resmi memulai pembangunan gedung sekolah melalui peletakan batu pertama di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7).

Pembangunan SMKN 13 diharapkan menjadi solusi atas tingginya kebutuhan pendidikan vokasi di Batam. Selama ini, ribuan lulusan SMP setiap tahun belum tertampung di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan BP Batam mendukung pembangunan tersebut melalui penyediaan lahan. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan memiliki peran yang sama pentingnya dengan investasi di sektor industri karena keduanya saling mendukung.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Batam Kembali Berjalan Mulai 20 Juli 2026

“Ini merupakan ikhtiar penting bagi kemajuan Batam dan Kepulauan Riau. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Amsakar.

Ia menegaskan Batam tidak cukup hanya membangun kawasan industri, tetapi juga harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur dan teknologi.

“Kalau berbicara tentang daya saing, semuanya bergantung pada bagaimana kita mendesain pendidikan hari ini untuk menjawab kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Selain menyediakan lahan, pemerintah juga menjalankan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, seperti bantuan seragam sekolah, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa untuk pelajar hinterland, hingga kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga: Lampu Hias Tulisan Laluan Madani Menghilang, Ini Penjelasan Dinas Bina Marga Batam

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan pembangunan SMKN 13 merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan vokasi di Batam yang hingga kini belum mampu menampung seluruh lulusan SMP.

Menurutnya, kawasan industri seperti Batam membutuhkan tenaga kerja terampil yang harus dipersiapkan melalui penguatan pendidikan kejuruan.

“Batam membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil. Karena itu pembangunan SMK harus terus diperkuat agar kebutuhan industri dapat dipenuhi dari putra-putri daerah sendiri,” katanya.

Ansar juga mengapresiasi langkah BP Batam yang mempercepat penyediaan lahan sehingga pembangunan sekolah dapat segera dimulai.

Baca Juga: Cegah Balap Liar dan Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Patroli Sasar Titik Rawan di Batam

Siswa Masih Belajar di SMAN 8

Pelaksana Tugas Kepala SMKN 13 Batam, Dedi Indra, mengatakan tahun ajaran 2026 merupakan angkatan pertama sekolah tersebut. Karena gedung belum tersedia, seluruh kegiatan belajar mengajar sementara masih berlangsung di SMAN 8 Batam.

Saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibuka, SMKN 13 semula hanya mendapat kuota 240 siswa atau enam rombongan belajar. Namun, tingginya minat masyarakat membuat daya tampung ditambah menjadi 320 siswa atau delapan rombongan belajar.

“Hingga saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 290 orang,” kata Dedi.

Pada gelombang kedua SPMB, kapasitas penerimaan direncanakan kembali bertambah menjadi 440 siswa.

Menurut Dedi, penambahan kuota dilakukan karena masih banyak lulusan SMP di Kepulauan Riau yang belum memperoleh bangku di SMK negeri.

Baca Juga: Staycation Hemat di Batam: HARRIS Resort Waterfront Batam Tawarkan Promo Pay 2 Stay 3 Nights

“Di Kepri ada lebih dari 3.000 siswa yang belum tertampung di SMK. Karena itu pemerintah provinsi menambah daya tampung di sejumlah sekolah, termasuk SMKN 13,” ujarnya.

Pada tahap awal, SMKN 13 membuka Program Keahlian Teknik Pengelasan. Selanjutnya sekolah akan menambah Program Teknik Industri serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang disesuaikan dengan kebutuhan kawasan industri Batam.

Ke depan, sekolah ini dirancang memiliki kapasitas awal sekitar 350 siswa dengan pengembangan berbagai program vokasi yang mendukung sektor industri manufaktur, elektronika, dan teknologi informasi.

Peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik SMKN 13. Meski demikian, siswa angkatan pertama masih akan menjalani proses belajar di SMAN 8 Batam hingga pembangunan gedung sekolah rampung. (*)

UPDATE

Play sound