
batampos – Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam tetap tinggi setiap tahunnya. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026, jumlah pendaftar bahkan mencapai 1.235 orang, membuat persaingan masuk sekolah tersebut semakin ketat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Andika Setiawan mengatakan, tingginya animo masyarakat tidak terlepas dari prestasi dan kualitas pendidikan yang dimiliki MAN 1 Batam.
“Tahun ini MAN Batam menerima sebanyak 432 siswa baru yang terdiri dari 13 rombongan belajar (rombel), dengan rincian 10 rombel reguler, dua rombel MAN Program Keagamaan (PK), dan satu rombel Cambridge,” ujar Andika, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, setiap rombel jalur reguler diisi sebanyak 36 siswa. Sementara untuk kelas Cambridge dan MAN Program Keagamaan (PK) masing-masing diisi 24 siswa per rombel.
Untuk jalur reguler, kuota penerimaan ditentukan berdasarkan hasil seleksi jalur prestasi yang telah berlangsung sebelumnya. Tahun ini, jumlah kuota jalur reguler yang dibuka sebanyak 273 siswa.
Menurut Andika, tingginya minat masyarakat masuk MAN 1 Batam dipengaruhi oleh prestasi madrasah yang terus berkembang dari tahun ke tahun. MAN 1 Batam dinilai mampu menghasilkan peserta didik unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Prestasi madrasah yang membuat minat masyarakat masih tinggi. MAN Batam selalu menghasilkan peserta didik yang unggul dalam berbagai aspek,” katanya.
Selain itu, kata dia, persaingan masuk MAN 1 Batam tahun ini juga semakin ketat karena jumlah pendaftar terus meningkat, termasuk calon siswa dari luar Kota Batam.
“Tahun ini sangat ketat, dikarenakan jumlah pendaftar semakin banyak. Ditambah lagi pendaftar dari luar kota juga bertambah,” ujarnya.
Andika menambahkan, sistem seleksi PPDB tahun ini juga mengalami perubahan dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya penilaian lebih dominan pada hasil tes akademik dan praktik, tahun ini hasil wawancara turut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelulusan peserta.
“Ya benar, ada perbedaan dengan tahun lalu. Tahun ini hasil wawancara menjadi bahan pertimbangan untuk kelulusan,” jelasnya.
Meski demikian, untuk jalur reguler, hasil Computer Based Test (CBT) tetap menjadi faktor utama penentu kelulusan. Nilai CBT memiliki bobot sebesar 50 persen dari total nilai akhir peserta.
“Untuk jalur reguler, aspek penentu ada di CBT karena hasil CBT memiliki bobot 50 persen dari nilai akhir. Namun nilai praktik dan wawancara tetap menjadi pendukung nilai CBT tersebut,” katanya.
Ia juga menjelaskan, salah satu keunggulan utama MAN 1 Batam dibanding sekolah umum terletak pada kurikulumnya yang menyeimbangkan pendidikan akademik dan pendidikan agama.
“Perbedaan paling mencolok jelas ada di bagian kurikulumnya. Di madrasah, antara akademik dan agama dibagi secara merata sehingga peserta didik unggul dalam hal imtaq dan iptek,” tutupnya.(*)



