Selasa, 28 April 2026

Penggunaan Uang Digital Meningkat Selama Pandemi

Berita Terkait

Sebagian besar pelaku UMKM merasa terbantu sejak bergabung di platform pembayaran digital OVO. f. JPGROUP
ILUSTRASI OVO.

batampos – Digitalisasi di sektor keuangan semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri mencatat 6,6 juta transaksi uang elektronik (UE) atau penggunaan uang digital hingga triwulan ketiga 2021.

“Jumlah transaksi UE terus meningkat selama pandemi. Tercatat terjadi peningkatan sebesar 93,47 persen (yoy). Ini menunjukkan bahwa pandemi merubah perilaku masyarakat, yang gemar menggunakan transaksi digital,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, baru-baru ini.

Sementara itu, merchant pengguna QRIS juga mengalami peningkatan sebesar 114 persen di November 2020. Penerapan QRIS sendiri dimulai sejak 1 Januari 2020. Saat ini, merchant pengguna QRIS sebanyak 114.549 di seluruh Kepri.

“Dengan begitu, maka sudah mendukung UMKM agar aksesnya lebih dekat kepada perbankan,” tuturnya.

Sejalan dengan pertumbuhan digitalisasi di sektor keuangan, sektor kredit mulai membaik. Musni mencatat terjadi kenaikan 12,7 persen hingga triwulan ketiga 2021.

“Memasuki triwulan keempat di penghujung tahun, perbankan di kredit terus meningkat. Peningkatannya cukup terjaga dan ini pertanda bagus dalam proses intermediasi perbankan. Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet juga berada di level terendah,” paparnya.

Secara keseluruhan, Musni melihat bahwa kredit tumbuh tinggi, dengan pertumbuhan 2021 mencapai 10,25 persen (yoy).

“Di triwulan ketiga saja sudah 12 persenan, tumbuh di level tinggi, sehingga bisa membantu menopang perekonomian agar pas tumbuh di level 2,25 persen,” ungkapnya.

Seperti diketahui, QR Code Indonesian Standard (QRIS) diluncurkan di Kepri oleh Bank Indonesia (BI) pada Sabtu (17/8/2019) silam. QRIS merupakan aplikasi yang memungkinkan masyarakat dapat melakukan transaksi online pada semua aplikasi hanya dengan satu Quick Response (QR) Code saja.

Penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

Penggunaannya juga gampang karena bisa bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Kemudian prosesnya cepat sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

QRIS disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Sehingga QRIS mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas. Dengan standar tersebut, mitigasi risiko telah dilakukan yang menjamin keamanan data nasabah.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Paymen model Merchant Presented Mode (MPM), dimana merchant atau penjual akan menampilkan QR Qode pembayaran untuk dipindai oleh pembeli ketika melakukan transaksi (*)

Reporter: RIFKI SETIAWAN

UPDATE