
batampos – Tiga hari terakhir arus penumpang antar negara (Malaysia dan Singapura) dari Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter mulai mengeliat. Bahkan, untuk hasil pelayanan PCR Covid-19 di Pelabuhan tersebut hanya keluar dalam waktu 2 jam.
Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan jumlah penumpang naik drastis jika dibandingkan selama pandemi. Dimana selama pandemi, penumpang umum nol sampai beberapa orang saja.
“Selama pandemi penumpang nol, dua hari terakhir penumpang datang hampir 300, dan berangkat hampir 300. Tapi untuk hari ini (kemarin, red) totalnya belum ada, karena menunggu sampai malam,” ujar Nika, kemarin.
Nika memprediksi, jumlah penumpang Minggu (3/4) lebih ramai dibanding dua hari sebelumnya. Hal itu juga terlihat dari lalu lalang penumpang sejak pagi di pelabuhan.
“Sepertinya hari ini (kemarin, red) lebih ramai. Kalau dibandingkan sebelum. Pandemi masih jauh. Sebelum pandemi setiap akhir pekan lebih dari 20 ribu penumpang, ya harapan kami bisa segera membaik,” terang Nika.
Situasi Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter itu juga terlihat berbeda dengan selama pandemi. Sebab, beberapa tenan makanan dan lainnya sudah terlihat beroperasi kembali.
“Sejumlah tenan juga sudah mulai buka, jalur jembatan ke Mega Mal sudah kami buka sejak hari pertama, yakni 1 April,” sebut Nika.
Disinggung terkait pelayanan PCR umum yang sempat dikeluhkan penumpang, menurut Nika sudah teratasi. Gubernur Kepri Ansar Acmad telah meminta Pengelola Pelabuhan Feri Internasional terlibat dalam pelayanan PCR penumpang umum.
“Selama ini kami memang tak dilibatkan karena memang khusus untuk PMI. Namun penumpang umum dan PMI ini berbeda, karena itu Gubernur meminta kami terlibat dalam pelayanan PCR. Jadi alhamdulillah sudah teratasi,” ujar Nika. (*)
Reporter : Yashinta

