Kamis, 2 April 2026

Polda Kepri Terus Bergerak Cari Pelaku yang Terlibat Sindikat Penyelundupan PMI

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt 

batampos- Jajaran Polda Kepri terus bergerak, melakukan pencarian terhadap nama-nama yang terlibat dalam penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, yang tenggelam di Perairan Malaysia, 15 Desember silam. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt menyatakan penyidikan masih terus berlangsung hingga kini. “Doakan kami agar bisa segera menangkap pelaku lainnya,” kata Harry, yang juga selaku Kasubsatgas Humas Ops Misi Kemanusiaan, Rabu (29/12).

BACA JUGA: Penampakan Kapal Pembawa PMI Ilegal, Bisa Bawa 100 Orang

Hingga kini, pemeriksaan masih terus berlangsung. Harry mengatakan satgas juga akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap otak pelaku kasus ini.

“Kami sedang menyelidiki mastermind dibalik kejahatan pengiriman PMI illegal, mulai dari perekrut, penampung dan pengirim,” ucapnya.

Penyidikan kasus bekerjasama dengan aparat dari Malaysia, dalam mengambil keterangan ke 13 orang WNI yang selamat dari insiden kapal terbalik tersebut. Kerjasama ini juga meliputi untuk pengungkapan kasus terhadap sindikat yang berada di Malaysia.

Polri beserta stakeholder terkait, dalam hal ini adalah Kemlu RI, KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan BP2MI senantiasa bekerja sama, dan sepenuhnya mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku dan sindikat kejahatan pengiriman PMI Ilegal sampai ke akar-akarnya,” ungkap Harry.

Satuan Tugas Operasi Misi Kemanusian juga berupaya memulangkan 10 jenazah, yang masih berada di Malaysia. “Tim DVI PDRM sedang mengidentifikasi 10 jenazah lainnya, agar dapat dilakukan repatriasi tahap kedua,” ucapnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman mengatakan sudah melakukan langkah-langkah penting dalam pengungkapan kasus ini. Proses penyelidikan dan penyidikan akan terus dilakukan. Ia memastikan bahwa proses hukum ini tidak akan berhenti terhadap 2 orang tersangka, Juna Iskandar dan Agus Botak. “Kami juga berupaya melakukan pencarian korban, dan repatriasi tahap kedua,” ungkapnya.

Mabes Polri sangat serius akan pengusutan kasus ini. Hal ini dibuktikan dengan turunnya Kepala Operasi Misi, Irjen Pol Johni Asadoma, untuk melihat langsung lokasi pemberangkatan para PMI di Pelabuhan Gobang, Bintan, Rabu (29/12).
Ia mengatakan bahwa kapal jenis ini didesain khusus untuk mengangkut PMI ilegal. Dari bentuknya, kapal tersebut tidak sesuai dengan transportasi angkut manusia.
“Kapal ini digunakan membawa 100 orang, menggunakan 4 unit mesin berkekuatan 200pk. Kapal ini sangat cepat, dari Bintan ke Johor Bahru hanya memerlukan waktu 20 menit saja. Sehingga kapal-kapal milik Polair tidak mampu mengejarnya,” ujarnya.

Johni mengatakan ada 6 unit kapal yang disita oleh Polda Kepri. Polisi juga telah memetakan ada 4 dermaga darurat yang digunakan untuk menyeberangkan para PMI. “Bukti-bukti dan fakta-fakta sudah cukup kuat. Namun kita perlu lagi mengadakan investigasi lebih dalam menyangkut saksi-saksi dan korban yang sebagian masih berada di Malaysia,” ucap Johni. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

 

UPDATE