Jumat, 12 Juni 2026

RSBP Batam Perkuat Layanan Trauma Center 24 Jam

Respons Cepat Kecelakaan Kerja dan Darurat Medis

Berita Terkait

Gedung RSBP Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam) terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan penanganan trauma dan kegawatdaruratan di Kota Batam.

‎Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan layanan Trauma Center 24 Jam yang didukung sistem penanganan terpadu mulai dari lokasi kejadian hingga pasien kembali beraktivitas.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan keberadaan Trauma Center 24 Jam merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas, khususnya bagi pekerja dan masyarakat yang mengalami kecelakaan maupun kondisi darurat medis.

‎”Batam merupakan kawasan industri dan investasi yang terus berkembang. Karena itu, kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mampu menangani kasus trauma dan kegawatdaruratan secara cepat menjadi sangat penting,” ujar Ariastut, Kamis (11/6).

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Batam Perkuat Layanan Digital

‎Ia menjelaskan, RSBP Batam saat ini memiliki berbagai fasilitas penunjang yang mendukung pelayanan trauma secara komprehensif.

‎Di antaranya layanan Trauma Center 24 Jam, tim spesialis multidisiplin, CT Scan 128 Slice, Cathlab Bipplane 24 Jam, ICU Trauma, layanan neurointervensi, serta pelayanan gawat darurat yang siaga sepanjang waktu.

‎Menurut Ariastuty, seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat proses penanganan pasien sejak tiba di rumah sakit hingga memperoleh tindakan medis yang dibutuhkan.

‎Selain fasilitas medis, RSBP Batam juga mengembangkan sistem Trauma Team Activation, yaitu mekanisme penanganan terpadu yang dimulai sejak insiden terjadi di lokasi kerja atau tempat kejadian perkara.

‎Dalam sistem tersebut, pasien akan dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma untuk mendapatkan tindakan resusitasi dan stabilisasi.

Baca Juga: Tempat Penampungan Ditiadakan, Sampah Berserakan di Tepi Jalan Bagan

Selanjutnya pasien menjalani pemeriksaan penunjang seperti CT Scan maupun laboratorium sebelum mendapatkan perawatan lanjutan hingga proses rehabilitasi dan kembali bekerja.

‎”Tujuan utama dari sistem ini adalah mempercepat penyelamatan nyawa sekaligus membantu pasien kembali produktif setelah menjalani perawatan,” katanya.

‎RSBP Batam juga menjadi mitra resmi BPJS Ketenagakerjaan dalam pelayanan peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Melalui kerja sama tersebut, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dapat memperoleh layanan kesehatan yang terintegrasi mulai dari penanganan medis hingga program Return to Work.

‎Ariastuty menuturkan, RSBP Batam memiliki pengalaman panjang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Batam. Rumah sakit yang berdiri sejak 1971 itu kini telah memasuki usia lebih dari lima dekade dan terus melakukan berbagai pengembangan layanan.

‎Selain didukung tenaga medis profesional, RSBP Batam juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Motor Pertumbuhan

‎Tidak hanya itu, RSBP Batam juga memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas. Berdasarkan pemetaan waktu tempuh ambulans, sejumlah kawasan strategis seperti Batu Ampar, Tanjung Uncang, Panbil Industrial Estate, Batamindo Industrial Park, Kawasan Industri Kabil hingga Bandara Hang Nadim dapat dijangkau dalam rentang waktu sekitar 10 hingga 35 menit pada kondisi normal.

‎”Kami ingin memastikan masyarakat maupun pekerja di kawasan industri mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat saat kondisi darurat terjadi. Dalam penanganan trauma, setiap menit sangat menentukan keselamatan pasien,” ujar Ariastuty.

‎Ia berharap berbagai penguatan layanan yang dilakukan RSBP Batam dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, pekerja, maupun perusahaan yang beroperasi di Kota Batam.

‎”Keselamatan masyarakat dan pekerja adalah prioritas. Karena itu BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar mampu menjawab kebutuhan Batam sebagai kota industri, investasi, dan perdagangan internasional,” kata dia. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE