Selasa, 5 Mei 2026

Polemik Pengadaan Mesin Cuci RSUD Embung Fatimah, Ini Penjelasan Manajemen

Berita Terkait

RSUD Embung Fatimah, Batam. (F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos.)

batampos – Polemik pengadaan mesin cuci senilai Rp850 juta di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, mencuat ke publik. Peralatan dengan nilai tinggi tersebut sempat dilaporkan mengalami gangguan tak lama setelah mulai dioperasikan.

Humas RSUD Embung Fatimah, Elin Sumarni, menegaskan bahwa proses pengadaan telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Mulai dari perencanaan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), hingga uji fungsi sebelum berita acara serah terima (BAST).

“Seluruh proses sudah dijalankan sesuai aturan, termasuk uji fungsi sebelum BAST diterbitkan dan pelatihan kepada operatorsm,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM, Warga Batam Keluhkan Beban Bertambah

Elin menjelaskan, pihak rumah sakit menerima laporan gangguan pada 10 April 2026. Menindaklanjuti hal tersebut, teknisi langsung diturunkan dan permasalahan berhasil diselesaikan karena masih dalam masa garansi.

“Tidak ada kerusakan pada mesin, hanya baut yang lepas. Ini lebih kepada kendala teknis di lapangan dan sudah ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit merekomendasikan agar pengguna menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta memastikan penggunaan mesin tidak melebihi kapasitas.

Baca Juga: Pohon Penghijauan di Jalan Sudirman Dirusak, BP Batam Selidiki Pelaku dan Motifnya

Ia juga menegaskan bahwa gangguan yang terjadi bukan merupakan kerusakan serius. Perbaikan dilakukan dalam waktu singkat sehingga mesin kini kembali dapat digunakan secara normal.

“Selama proses perbaikan berlangsung, operasional layanan laundry tetap berjalan dengan memanfaatkan jasa pihak ketiga. Dengan demikian, pelayanan kepada pasien tidak mengalami gangguan,” ungkapnya.

Ia berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. “Informasi yang beredar sekarang itu ke personal. Tidak benar,” tutupnya.(*)

UPDATE