
batampos – Masyarakat Kepri yang berada di wilayah pesisir wajib mewaspadai adanya potensi banjir rob. Banjir rob ini merupakan genangan air atau banjir yang berasal dari air laut. Banjir ini dipengaruhi oleh pasangnya air laut sehingga daratan rendah di sekitarnya terendam.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman mengatakan potensi banjir Rob ini diprediksi dari 11 hingga 19 Juni. Ia mengatakan dua faktor banjir rob tersebut yakni terjadi kondisi bulan purnama dan hujan lebat. Sebab saat bulan purnama akan meningkatkan debit air laut.
“Lalu ditambah hujan deras, debit air semakin meningkat. Maka terjadilah banjir rob itu,” kata Suratman.
Untuk hari ini (6/6), potensi hujan di Kepri meningkat. Hal ini disebabkan kondisi labilitas udara skala lokal yang kuat di wilayah Kepulauan Riau. Sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. “Secara umum, kondisi cuaca esok hari di wilayah Kepulauan Riau diperkirakan berawan, serta berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan-sedang. Hujan yang turun dapat disertai petir, kilat dan angin kencang pada pagi dan siang hari,” ungkap Suratman.
Adanya potensi hujan ini, tentunya melengkapi beberapa syarat terjadinya banjir pasang tersebut. Oleh sebab itu, Suratman meminta berhati-hati dan mewaspadai potensi tersebut.
Berdasarkan data BMKG, banjir ROB berpotensi di seluruh wilayah Kepri. Di Kota Batam masyarakat yang berada di Kecamatan Batu Aji, Sekupang dan Nongsa, harus waspada dengan potensi banjir rob ini.
Sedangkan di Tanjungpinang, banjir rob diperkirakan di pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari. Kabupaten Bintan di wilayah Pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan.
Kabupaten Karimun di pesisir Kecamatan Meral, Kelurahan Pamak. Kabupaten Anambas di Pesisir Kecamatan Siantan, Siantan Timur. Kabupaten Natuna di wilayah pesisir Kecamatan Bunguran Timur, pesisir Pulau Laut.
Banjir Rob dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, seperti transportasi. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



