
batampos – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Batam mulai menembus pasar ritel modern. Sebanyak 12 pelaku UMKM kini berhasil memasarkan produknya di jaringan ritel, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi UMKM Batam untuk berkembang ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
“Alhamdulillah, sudah ada 12 UMKM Batam yang produknya masuk ke ritel modern. Produk mereka ditempatkan di area khusus sehingga masyarakat dapat melihat informasi produk sekaligus melakukan pemesanan melalui barcode yang tersedia,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Hanya Wisata Belanja, Batam Siapkan Destinasi Budaya hingga Wisata Alam
Menurut Salim, kehadiran produk UMKM di ritel modern bukan hanya membuka peluang peningkatan penjualan, tetapi juga menjadi indikator bahwa produk lokal telah memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar modern.
“Ini bukan hanya soal penjualan. Masuk ke ritel modern merupakan pengakuan terhadap kualitas produk UMKM Batam sekaligus membuka peluang memperluas pasar, termasuk ke pasar ekspor,” katanya.
Ia menjelaskan, kemitraan dengan jaringan ritel modern memberikan berbagai manfaat bagi pelaku usaha. Selain memperluas akses pemasaran, kerja sama tersebut juga mendorong peningkatan kualitas produk, kemasan, serta daya saing UMKM.
Untuk memperkuat ekosistem usaha, Pemerintah Kota Batam juga menjalankan berbagai program pendampingan, mulai dari fasilitas pembiayaan dengan bunga atau margin nol persen, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga promosi melalui berbagai pameran.
Baca Juga: Swedia Perkuat Pasokan Listrik untuk Investasi Strategis di Batam
Dalam waktu dekat, produk-produk unggulan UMKM Batam juga akan dipromosikan pada ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan sebagai upaya memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang pasar baru.
Salim menegaskan, pendampingan terhadap pelaku UMKM akan terus dilakukan agar semakin banyak produk lokal mampu memenuhi standar pasar modern.
“Target kami adalah melahirkan lebih banyak UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” katanya. (*)

