Minggu, 19 Juli 2026

Swedia Perkuat Pasokan Listrik untuk Investasi Strategis di Batam

Berita Terkait

Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert bersama jajaran PLN Batam dan para pemangku kepentingan usai penandatanganan kerja sama pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas total 300 MW di Batam. F. Humas PLN Batam.

batampos – Pemerintah Swedia memperkuat dukungannya terhadap pengembangan sektor energi di Batam melalui kerja sama pembangunan pembangkit listrik yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan investasi, industri, dan ekonomi digital di kota tersebut.

Komitmen itu ditandai dengan kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, ke PT PLN Batam sekaligus menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) PLTGU Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas 2 x 150 megawatt (MW) antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Danantara Asset Management, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, Medco Power Indonesia, serta Siemens Energy Indonesia.

Dalam sambutannya, Daniel mengatakan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Batam sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat ketahanan energi Batam. Swedia memandang kemitraan dengan Indonesia sebagai hubungan yang sangat penting, khususnya melalui Sweden–Indonesia Sustainability Partnership,” ujarnya.

Menurut Daniel, Swedia mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk mempercepat transisi energi.

Ia menjelaskan, proyek tersebut memanfaatkan teknologi turbin gas SGT-800 dari Siemens Energy yang diproduksi di Finspång, Swedia.

Selain meningkatkan keandalan pasokan listrik, teknologi tersebut dinilai memiliki potensi menggunakan bahan bakar rendah emisi seperti green hydrogen dan green ammonia sehingga sejalan dengan upaya pengembangan kawasan industri rendah karbon di Batam.

Daniel juga mengundang PLN Batam untuk berpartisipasi dalam kunjungan resmi Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Mewakili Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Swedia terhadap penguatan sektor energi di Batam.

Menurutnya, tambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW akan memperkuat keandalan pasokan listrik yang menjadi kebutuhan utama kawasan industri dan investasi.

“Keandalan listrik merupakan fondasi utama dalam menjaga iklim investasi. Tambahan pasokan ini akan mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan kebutuhan listrik di Batam terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, pusat data (data center), dan ekonomi digital.

Karena itu, PLN Batam terus memperkuat sistem kelistrikan mulai dari sektor pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan.

“Batam berada pada posisi yang sangat strategis. Pertumbuhan industri, investasi, kawasan digital, dan data center membutuhkan pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 menjadi bagian penting untuk menjaga kecukupan daya sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Batam.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat industri, investasi, dan ekonomi digital dengan dukungan infrastruktur energi yang kuat,” tambah Kwin Fo.

Sementara itu, Direktur Utama Dalle Energy Batam, Imron Gazali, mengatakan proyek tersebut merupakan kelanjutan kemitraan Medco Power melalui Dalle Energy Batam dengan PLN Batam yang telah terjalin lebih dari dua dekade.

Menurutnya, pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi Batam yang terus meningkat sekaligus memperkuat daya saing kawasan investasi.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Duta Besar Swedia juga meninjau operasional PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, termasuk ruang kendali pembangkit.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) PLTGU di Kabil untuk melihat perkembangan pembangunan PLTGU Batam-1 dan Batam-2 yang masing-masing berkapasitas 150 MW. (*)

UPDATE

Play sound