
batampos – Kemacetan yang hampir setiap sore melumpuhkan arus lalu lintas di Simpang Panbil hingga Jalan Ahmad Yani ternyata dipicu proyek pelebaran Jalan R Suprapto di kawasan Muka Kuning. Penyempitan badan jalan selama proses konstruksi membuat ribuan kendaraan menumpuk, terutama saat jam pulang kerja.
Pantauan Batam Pos, Minggu (19/7), antrean kendaraan dari arah K-Square (eks Kepri Mall) menuju Simpang Panbil mengular hingga ratusan meter. Sepeda motor terlihat berusaha menyelip di antara mobil, sementara kendaraan besar harus bergantian melintas karena sebagian badan jalan masih digunakan untuk pekerjaan proyek.
Kepadatan semakin parah ketika bus karyawan, kendaraan pribadi, dan angkutan logistik keluar secara bersamaan dari kawasan industri Batamindo dan Muka Kuning pada sore hingga malam hari.
Baca Juga: KTP Non-Permanen Diprotes, Pemko Batam Sebut Tertib Administrasi, DPRD Akui untuk Tekan Pengangguran
Proyek pelebaran Jalan R Suprapto tersebut merupakan pekerjaan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Deputi Bidang Infrastruktur dengan nilai kontrak sekitar Rp49,98 miliar.
Pekerjaan meliputi pelebaran ruas jalan sepanjang 1,4 kilometer, mulai dari Simpang Muka Kuning hingga Dam Muka Kuning. Setelah rampung, jalan tersebut akan memiliki empat lajur di masing-masing arah untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas.
Selama proyek berlangsung, penyempitan badan jalan menjadi titik hambatan utama yang menyebabkan kendaraan dari berbagai arah bertemu di satu jalur sehingga arus lalu lintas melambat.
Ardian, salah seorang pengguna jalan, mengaku kemacetan sudah menjadi rutinitas dalam tiga bulan terakhir.
Baca Juga: Swedia Perkuat Pasokan Listrik untuk Investasi Strategis di Batam
“Hampir setiap pagi berangkat kerja dan terutama sore saat pulang selalu macet. Sore jauh lebih parah karena kendaraan keluar dari kawasan industri secara bersamaan,” katanya.
Menurut dia, waktu tempuh yang biasanya sekitar 10 menit kini bisa bertambah menjadi 20 hingga 30 menit.
“Kadang hanya melewati satu titik saja sudah menghabiskan waktu hampir setengah jam,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Rina, karyawan perusahaan elektronik di kawasan Batamindo. Ia menilai kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga meningkatkan biaya operasional kendaraan.
“Sepulang kerja badan sudah lelah, masih harus antre panjang. Kendaraan lebih banyak berhenti daripada berjalan, jadi bensin juga lebih boros,” katanya.
Baca Juga: Batam Darurat Sampah, Pengangkutan Lambat Bikin Warga Terpaksa Membakar Limbah
Sementara itu, pengemudi angkutan logistik, Yusuf, menilai pelebaran jalan memang dibutuhkan mengingat volume kendaraan terus meningkat setiap tahun. Namun, ia berharap pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung dapat diperbaiki.
“Kami mendukung proyek ini karena nantinya pasti bermanfaat. Tapi selama pengerjaan sebaiknya rekayasa lalu lintas lebih maksimal supaya kendaraan tidak menumpuk di satu titik,” ujarnya.
BP Batam sebelumnya menyebut pelebaran Jalan R Suprapto sebagai salah satu proyek strategis untuk mengatasi kemacetan di koridor Muka Kuning, khususnya pada jam pergantian sif pekerja kawasan industri. Namun sebelum manfaatnya dirasakan, pengguna jalan masih harus menghadapi kepadatan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. (*)

