
batampos.co.id – Tahun depan, pengerjaan beberapa proyek fisik terancam tidak bisa dilanjutkan. Ini merupakan dampak dari pemotongan dana alokasi khusus (DAK) yang mencapai Rp 300 miliar tahun 2022 mendatang.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membenarkan rencana penundaan pengerjaan beberapa proyek fisik yang akan dikerjakan tahun depan.
Saat ini, beberapa proyek fisik yang tengah dikerjakan sudah memasuki finalisasi tahap pertama, dan rencananya akan dilanjutkan tahun depan.
Proyek fisik yang sudah memasuki finalisasi di antaranya, bundaran Tembesi yang sudah masuk tahap finalisasi. Bundaran juga sudah dibeton, agar pengendara bisa nyaman melintas.
Berikutnya, bundaran Basecamp yang sudah selesai diaspal. Tahap pertama, tahun ini yang diaspal baru sekitar bundaran.
Rudi mengungkapkan, dengan pemotongan anggaran sebesar Rp 300 miliar ini, turut berdampak terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Batam.
”Memang iya, pasti ada dampak terhadap pemotongan anggaran tersebut. Berdampak pasti pada kelanjutan proyek fisik,” tegasnya, Kamis (18/11/2021).
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Yumasnur, mengatakan, pengerjaan proyek fisik tahap pertama sudah memasuki tahap finalisasi.
Untuk Tembesi, sudah berjalan 95 persen, begitu juga dengan bundaran Basecamp. Pengerjaan proyek fisik di Kecamatan Sagulung dan Batuaji tersebut memang dikerjakan bertahap, dan tidak selesai tahun ini.
”Tentu saya berharap pengerjaan bisa dilanjutkan tahun depan. Namun, semua keputusan itu tergantung dengan APBD tahun depan. Untuk pengerjaan proyek fisik melihat faktor prioritas, dan ketersediaan anggaran yang ada,” tutupnya.
Reporter: Yulitavia

