
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi meninjau proyek pelebaran jalan dan pembangunan drainase DAM Baloi di Jalan Yos Sudarso, Selasa (18/1). Tahun ini BP Batam kembali melanjutkan pembukaan jalan dan peningkatan infrastruktur di daerah Batu Ampar tersebut.
Rudi mengatakan pembukaan jalan ini merupakan rencana yang sudah dibuat dan dikerjakan bertahap. Tidak saja penataan jalan, ia mengungkapkan aliran air menjadi hal yang harus diperhatikan.
“Kita sengaja tinjau pelebaran jalan Yos Sudarso ini, tepatnya di depan Direktorat Kantor Pajak Wilayah Provinsi Kepri. Jadi pengerjaan ini merupakan pembukaan jalan lajur ketiga, keempat dan kelima,” ujarnya usai meninjau lokasi jalan, Selasa (18/1).
Ia menambahkan untuk jalan Yos Sudarso, sisi jalur kanan dan kiri akan dijadikan lima lajur. Pengerjaan ini dilakukan bertahap, dan sudah dimulai tahun sebelumnya, dan dilanjutkan tahun ini.
“Drainasenya nanti kita buat lebih lebar 2×3 meter atau lebarnya enam meter, dan diharapkan mampu untuk menampung debit air nanti, sehingga bisa meminimalisir banjir ke depannya,” ujarnya.
Pembangunan drainase DAM Baloi ini dimulai November 2021 lalu dan ditargetkan selesai April mendatang. Waktu pemeliharaannya 180 hari kalender dengan nilai kontrak Rp.16.585.858.000. Dilaksanakan oleh PT Fata Perdana Mandiri, konsultan supervisi CV. Buhara Persada.
“Aliran air yang perlu sekali dibenahi. Kalau jalan sudah bagus, tapi drainase tidak dibenahi tentu tidak pas nantinya. Jadi kami akan buat lebih baik dan tertata,” bebernya.
Untuk pengerjaan di ruas jalan ini, Rudi mengatakan semua anggaran berasal dari BP Batam.Pelebaran lima lajur ini direncanakan hingga ke Bandara Hang Nadim. Sehingga akan mendukung kelancaran dalam berbagai kebutuhan mulai dari industri dan lainnya.
Rudi menyebutkan 2 tahun lalu, kawasan Baloi juga menjadi salah satu titik banjir di Kota Batam. Sehingga pelebaran jalan ini dibarengi juga dengan pembuatan dan peningkatan aliran air atau drainase.
“Drainase ini akan kita buka lagi dan kita naikkan level tanahnya,” ujarnya.
Dalam hal ini, Rudi berharap kedua proyek ini bisa selesai dalam tahun ini dan tahun 2023 mendatang. Sehingga bisa mengurangi kemacetan, lantaran ini jalur utama karena fly over berada di lokasi ini.
“Kalau selesai Batam akan jadi lebih tertata infrastrukturnya. Sehingga menjadi pilihan investor untuk berinvestasi di sini,” tutupnya. (*)
Reporer: YULITAVIA

