Rabu, 6 Mei 2026

Siap Padukan VTL-Travel Bubble Supaya Wisman Bisa Masuk Batam dan Bintan

Berita Terkait

Kunjungan wisatawan ke Batam sebelum pandemi. (Dok.Batampos)

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) siap memadukan konsep Travel Bubble dengan Vaccinated Travel Line (VTL). Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta kepada pemerintah pusat untuk menetapkan masa karantina bagi wisatawan mancanegara cukup tiga hari.

“Lewat rapat koordinasi hari ini (kemarin,red) kita sudah sampaikan mengenai kesiapkan kita untuk membuka jalur wisman dengan Singapura. Karena persiapan yang kita lakukan sudah lama,” ujar Gubernur Ansar di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Kamis (19/1).

Menurut Gubernur, jika rencana karantina bagi Wisman adalah sepekan. Namun melihat perkembangan belakangan ini, pihaknya mengharapkan cukup tiga hari. Karena travel bubble yang diterapkan adalah dalam kawasan tertentu. Maka dari itu, karantina cukup dengan tiga hari.

“Sejauh ini daerah yang disepakati untuk rencana penerapan Travel Bubble-VTL adalah Nongsa dan Lagoi. Untuk mendukung itu akan dibuka Pelabuhan Nongsa Pura, Batam, dan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi, Bintan,” jelasnya.

Masih kata Gubernur, jika kebijakan diterapkan, tentunya bisa menjadi contoh penerapan karantina kawasan dalam waktu tertentu. Sehingga, ketika dinilai baik, tentu kebijakannya bisa lebih meluas. Langkah lebih lanjut akan dibahas bersama Menteri Pariwisata yang dijadwalkan akan ke Kepri, Jumat (21/1).

“Kita akan kembali mengecek bersama-sama mengenai kesiapkan di Nongsa dan Lagoi. Karena kedua kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi virus. Karena dalam 50 menit hasilnya akan diketahui,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, terkait keinginan ini, atase Singapura untuk Indonesia juga sudah mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Begitu juga mengenai rencana pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura. Baginya, apabila pertemuan ini terwujud diharapkan bisa menjadi kabar baik bagi Kepri.

“Harapan kita kedepan adalah semua jalur pelayaran internasional yang ada di Kepri tujuan Singapura dapat dibuka. Sehingga aktivitas wisata perlahan-lahan bisa kembali normal,” tutup Gubernur Ansar.

Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, kondisi pariwisata Provinsi Kepri pada semester pertama tahun 2022 diprediskikan masih terpuruk. Karena pariwisata internasional masih belum pasti akan akan dibuka.

“Penyebaran varian omicron di dunia menunjukan grafik yang menanjak. Kondisi ini juga menyebabkan Singapura kembali menutup pintu dari 24 Desember 2021 sampai 20 Januari 2021,” ujar Rudy Chua, kemarin di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, belahan dunia eropa dan barat sedang mengalami serangan gelombang ketiga, Indonesia juga diprediksikan akan terkena. Namun seberapa luas penyebarannya, tentu belum bisa diprediksikan. Kondisi ini, akan terlihat pada semester pertama tahun 2022 mendatang.

“Saat ini sudah ratusan kasus omicron ditemukan, termasuk di Kepri melalui PMI. Tentu ini menjadi pertimbangan juga bagi Singapura maka bersedia melakukan evaluasi setelah tanggl 20 Januari 2022 besok (hari ini,red),” jelasnya.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, dengan perhitungan tersebut, apabila tidak terjadi peningkatan kasus, maka pariwisata Kepri akan mulai bergerak pada semester kedua tahun 2022. Namun kondisi ini, kembali tergantung pada Singapura dan Malaysia.

“Jika kedua negara ini memberikan laluan untuk dibukanya jalur pelayaran kapal internasional dari Kepri ke Singapura dan Malaysia, sudah pasti akan mempengaruhi pergerakan pariwisata di Kepri,” tutup Rudy Chua. (*)

 

Reporter: JAILANI

UPDATE