
batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam (Disdukcapil) Kota Batam mulai menggencarkan program GASPOL (Gerakan Administrasi Pelayanan On Location) dengan menyasar sekolah-sekolah tingkat SMA dan sederajat di Batam sepanjang Mei 2026.
Program jemput bola ini difokuskan untuk mempermudah perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi pemula, khususnya pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki kartu identitas.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Adisthy, mengatakan program GASPOL menjadi langkah strategis agar para siswa tidak perlu datang langsung ke kantor kecamatan atau kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman data.
“Dari minggu lalu kami sudah mulai jalan. Program GASPOL ini kami khususkan untuk perekaman KTP-el pemula di SMA yang ada di Kota Batam. Ini akan berlangsung selama satu bulan penuh di Mei,” ujar Adisthy, Senin (4/5).
Menurutnya, Disdukcapil telah mengantongi data jumlah sekolah dan siswa wajib rekam dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau sehingga pelaksanaan program dapat dilakukan lebih terarah dan tepat sasaran.
Dengan data tersebut, petugas bisa langsung mendatangi sekolah yang memiliki jumlah siswa usia wajib KTP cukup banyak.
Sejumlah sekolah yang telah dikunjungi dalam program GASPOL antara lain SMA Pelita Utama Batam, SMA Negeri 3 Batam, SMA Bodhi Dharma Batam, SMA Negeri 20 Batam, dan SMA Negeri 29 Batam.
Adisthy menjelaskan, siswa yang ingin melakukan perekaman KTP-el cukup membawa beberapa persyaratan sederhana, yakni fotokopi kartu keluarga (KK) dan fotokopi akta kelahiran.
Perekaman dapat dilakukan bagi siswa yang telah berusia minimal 16 tahun 10 bulan. Namun, kartu fisik KTP-el baru dapat dicetak saat yang bersangkutan genap berusia 17 tahun.
“Yang penting hadir langsung saat perekaman, karena biometrik seperti foto dan sidik jari harus diambil di tempat,” jelasnya.
Selain melalui program GASPOL di sekolah, perekaman KTP-el pemula juga tetap bisa dilakukan di kantor kecamatan sesuai domisili masing-masing.
Program ini diharapkan dapat mempercepat cakupan kepemilikan KTP-el bagi pemula sekaligus meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan sejak usia sekolah.
Dengan pola jemput bola ke sekolah, Disdukcapil berharap seluruh pelajar yang sudah masuk kategori wajib KTP dapat terlayani lebih cepat, praktis, dan tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.(*)

