Jumat, 8 Mei 2026

SMA/SMK di Batam Diminta Data Ulang Peserta yang Tak Lolos PPDB

Berita Terkait

Orang Tua Siswa yang tidak lolos PPDB di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Batam mendatangi kantor Wali Kota Batam, Selasa (5/7/2022) lalu. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri meminta SMA dan SMK di Kota Batam untuk mendata ulang siswa yang tidak lolos di sekolahnya pada PPDB beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri meminta SMA dan SMK di Kota Batam untuk mendata ulang siswa yang tidak lolos di sekolahnya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam, Noor Muhammad, mengatakan, data ini nantinya dipergunakan sebagai bahan pertimbangan pihaknya dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk keputusan penambahan kuota atau tidak.

“Untuk keputusan resminya belum ada, cuman sekarang sekolah lagi data ulang siswa yang masuk zonasi namun tidak lolos PPDB sebelumnya. Jika disetujui gubernur tentu akan ditambah,” ujarnya.

Jikapun nanti ada penambahan kuota, SMA atau SMK yang disetujui menambahkan kuota siswa baru akan menerapkan sistem sisip kedalam lokal yang sudah ada. Satu rombel yang seharusnya 36 siswa bisa ditambah jadi 40 siswa.

“Mungkin sistem sisip. Ada penambahan kuota siswa per rombel,” kata Noor.

Namun demikian kata Noor, keputusan ini tetap di tangan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Pihaknya hanya melanjutkan data pengajuan penambahan kuota dari sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Seperti diketahui, PPDB tingkat SMA dan SMK di Kota Batam sempat berpolemik. Dikarenakan tidak semua anak di sekitar lingkungan sekolah atau masuk zonasi sekolah, tidak terakomodir.

Hal itu dsebabkan keterbatasan kuota daya tampung sekolah. Orangtua siswa terus mendesak agar ada penambahan lokal untuk anak-anak mereka yang tidak lolos PPDB. Orangtua beralasan biaya pendidikan di sekolah negeri lebih murah ketimbang swasta.(*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE