Minggu, 26 April 2026

Stop Pengiriman PMI Ilegal

Berita Terkait

batampos – Komisi III DPR RI meminta kejadian kapal terbalik yang membawa PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal, agar tidak terulang kembali. Untuk itu, mereka meminta aktivitas pengiriman PMI lewat jalur ilegal dihentikan dan pelakunya ditindak tegas.

Korban tenggelam yang berhasil ditemukan dievakuasi ke darat

Hal ini disampaikan perwakilan komisi III DPR RI Adies Kadir saat berkunjung ke Polda Kepri, Sabtu 18/12). Adies meminta ada koordinasi lintyas aparat yang ada di Kepri agar persolan PMI jalur ilegal ini bisa diberantas.

“Kami pun akan berkoordinasi dengan Duta Besar Malaysia dan kementerian luar negeri,” kata Adies, Sabtu (19/12).

Salah satu kunci agar kejadian ini tidak terulang kembali adalah pengawasan dan patroli rutin. Namun, terbatasnya kapal dimiliki Polri dan instansi lainnya, menjadi kendala. Oleh sebab itu, ia memastikan akan ada penambahan jumlah armada kapal. Sehingga dapat meningkatkan pengawasan di laut.

“Hal seperti ini jangan terulang kembali,” ucapnya.

Ia mengatakan, permasalahan PMI tidak hanya tanggungjawab satu instansi saja. Namun, tanggung jawab bersama. Sebab, panjangnya garis pantai di Kepualauan Riau, sering dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

“Jalur-jalur tikus sangat rawan, (tidak hanya penyelundupan PMI) tapi juga narkoba,” ujarnya.

Terkait hasil pencarian terbaru, sebanyak 13 orang ditemukan selamat, 21 orang meninggal dunia, dan 16 orang masih dalam pencarian. Total penumpang dalam boat terbalik itu 50 orang, bukan 60 orang seperti yang selama ini diberitakan.

Dari data Basarnas, 13 orang yang selamat yakni Muhammad Zikrullah, Pahrurrozi, Irsan, Rikki Hanapi, Handika Hirlida, Junaedi, Sofian, Yoan, Alwi, Pendi, Amirullah, Khusnul Hotimah, dan Maidita Ruparti.

Basarnas Tanjungpinang juga telah memetakan ada kemungkinan 16 orang yang dinyatakan hilang di perairan Malaysia, terbawa arus hingga menuju ke perbatasan atau memasuki wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu, Basarnas bersama instansi terkait lainnya, juga ikut melakukan pencarian disekitar perbatasan Indonesia dan Malaysia.

“Tim SAR Gabungan bergerak dari Posko SAR Gabungan menuju perairan perbatasan, melakukam penyisiran menggunakan 2 boat milik Kantor SAR Tanjungpinang dan SB TNI AL. Jumlah personel tim SAR gabungan berjumlah 19 orang,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE