Senin, 27 April 2026

Dishub Akan Kaji Ulang U-Turn Vitka, Penutupan Belum Diputuskan

Berita Terkait

Truk kontainer menabrak mobil dan motor hingga terlindas di Tiban Centre beberapa waktu lalu. Foto. M Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Keluhan warga terkait tingginya risiko kecelakaan di putaran balik (U-Turn) Vitka, kawasan Sekupang, akan ditindaklanjuti. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam memastikan persoalan tersebut akan dibahas bersama kepolisian melalui forum resmi rekayasa lalu lintas.

‎Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan aduan masyarakat akan dibawa ke Forum Rekayasa Lalu Lintas yang melibatkan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang serta tim teknis Dishub.

‎“Semua masukan akan kita bahas bersama di forum, termasuk dengan Satlantas dan tim teknis. Nanti kita lihat solusi terbaiknya seperti apa,” kata dia, Minggu (26/4) siang.

Baca Juga: Acara Ngopi Kamtibmas, Warga Keluhkan di U Turn dekat Vitka Tiban Sering Terjadi Kecelakaan

‎Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mengambil keputusan apakah U-Turn Vitka akan ditutup permanen atau tetap dipertahankan dengan penataan ulang. Pasalnya, Dishub masih akan menurunkan tim untuk melakukan kajian langsung di lapangan.

‎Kajian tersebut, kata dia, mencakup analisis volume kendaraan, pola pergerakan lalu lintas, tingkat kecelakaan, hingga perilaku pengendara di titik tersebut.

‎“Belum bisa disimpulkan sekarang. Kita akan turunkan tim untuk kaji langsung di lapangan, baru nanti diputuskan,” tegasnya.

Baca Juga: Truk Rem Blong Tewaskan Satu Orang di Tiban, Sopir dan Kernet Serahkan Diri

‎Terkait opsi penanganan, Leo membuka kemungkinan berbagai skenario, mulai dari pemasangan rambu tambahan, lampu lalu lintas (traffic light), hingga pembatas jalan guna mengurangi konflik arus kendaraan.

‎Selain itu, opsi pembangunan titik putaran balik alternatif yang lebih aman juga akan menjadi bagian dari pembahasan. Hal ini penting agar pengendara tetap memiliki akses berputar tanpa harus mengambil risiko di titik yang rawan kecelakaan.

‎“Kemungkinan itu ada. Semua opsi akan kita kaji, termasuk apakah perlu dibuat alternatif atau cukup dengan penataan ulang,” katanya.

‎Menjawab pertanyaan mengapa penanganan belum dilakukan secara signifikan, Leo menyebut setiap perubahan lalu lintas membutuhkan kajian teknis yang matang dan koordinasi lintas instansi.

‎“Tidak bisa langsung diputuskan. Harus ada kajian, data, dan pembahasan bersama agar tidak menimbulkan masalah baru di titik lain,” jelasnya.

‎Ia juga memastikan bahwa setelah kajian rampung dan forum rekayasa lalu lintas menghasilkan keputusan, penanganan di lapangan akan segera direalisasikan.

‎“Kalau sudah ada hasil kajian dan disepakati di forum, tentu akan kita tindak lanjuti secepatnya,” ujarnya.

‎Sebelumnya, persoalan U-Turn Vitka mencuat dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar Polresta Barelang bersama tokoh masyarakat di kawasan Sekupang, Sabtu (25/4). Dalam forum tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap tingginya potensi kecelakaan di lokasi tersebut.

‎Menanggapi hal itu, Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, menegaskan pihak kepolisian akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat bersama Dishub.

‎“Masukan ini akan kami tindaklanjuti bersama Kasat Lantas dan Dishub. Sebagai langkah awal, Polsek Sekupang akan melakukan monitoring pada jam-jam rawan untuk mencegah potensi kecelakaan,” tegasnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE