
batampos – Program dana bergulir yang dijalankan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam terus menunjukkan dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Hingga 26 Mei 2026, total penyaluran dana bergulir telah mencapai Rp1,185 miliar kepada 11 usaha mikro di Batam.
Selain itu, saat ini terdapat tiga usaha mikro lainnya yang masih dalam proses verifikasi dengan total pengajuan pinjaman mencapai Rp450 juta.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan pelaku usaha penerima bantuan modal tersebut bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga kuliner rumahan.
“Ada usaha sembako, rumah makan, kuliner, jasa laundry, sampai pangkalan gas. Ini sektor-sektor usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Salim.
Ia menjelaskan, program dana bergulir ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro memperoleh akses permodalan dengan bunga ringan dan skema pembayaran yang terjangkau.
Dalam program tersebut, pelaku usaha dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan bunga flat 4 persen per tahun dan jangka waktu pengembalian maksimal lima tahun.
“Ini jauh lebih ringan dibandingkan bunga pinjaman konvensional lainnya. Harapannya pelaku usaha tidak terbebani dan justru terbantu untuk mengembangkan usaha mereka,” katanya.
Salim menambahkan, sejauh ini belum ditemukan kredit macet dari penerima dana bergulir. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan secara rutin terhadap pembayaran angsuran para pelaku usaha.
“Alhamdulillah belum ada yang macet. Memang ada beberapa usaha mikro yang pembayarannya kadang lompat-lompat, tapi tetap kami monitoring setiap bulan dan diberikan surat peringatan,” jelasnya.
Untuk menjaga agar dana bergulir tetap sehat dan terus berputar, Diskum Batam juga memberikan pendampingan kepada para penerima pinjaman melalui pelatihan dan bimbingan teknis.
Pelatihan tersebut mencakup manajemen usaha hingga pengelolaan keuangan dasar agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin terjadi kredit macet. Karena itu, pelaku usaha kami bekali dengan pelatihan manajemen usaha dan keuangan dasar agar dana yang dipinjam benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” ujar Salim.
Menurutnya, program dana bergulir menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis.
Dengan pengelolaan yang baik, program tersebut diharapkan mampu memperluas akses permodalan bagi UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.(*)



