Jumat, 3 Juli 2026

Trans Batam Resmi Masuk Bandara Hang Nadim Hari Ini, Permudah Penumpang Pesawat yang Bawa Bagasi

Berita Terkait

Bus Trans Batam saat peluncuran rute baru menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Senin (29/6). Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyusun strategi agar layanan Trans Batam rute Bandara Internasional Hang Nadim tidak hanya ramai saat peluncuran, tetapi menjadi pilihan utama masyarakat dalam jangka panjang. Salah satu target awal yang dipasang adalah mengisi sedikitnya 20 penumpang dalam setiap perjalanan bus.

‎Layanan koridor baru Nongsa–Batam Centre–Bandara Hang Nadim yang diuji coba sejak Senin (29/6) dan resmi beroperasi pada Rabu (2/7). Sejak diperkenalkan, respons masyarakat dinilai cukup menggembirakan.

‎Kepala Dinas Perhubungan (Dihub) Kota Batam Leo Putra mengatakan, antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai tanggapan di media sosial maupun pemberitaan media massa.

‎”Respon masyarakat sejauh ini cukup baik. Bukan hanya masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat, tetapi juga warga yang ingin berkunjung ke bandara. Dukungan bahkan datang dari luar Batam,” kata Leo kepada Batam Pos, Rabu (1/7).

Baca Juga: ‎Tarif Pass Pelabuhan Naik hingga 250 Persen, BP Batam Janjikan Terminal yang Lebih Layak

Menurut Leo, keberadaan Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

‎Sementara itu, Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan, pada tahap awal pihaknya belum menetapkan target resmi jumlah penumpang. Namun, berdasarkan proyeksi internal, setiap perjalanan diharapkan dapat mengangkut sekitar 20 penumpang.

‎Ia memperkirakan peningkatan jumlah pengguna baru akan terlihat setelah masyarakat mulai mengenal pola operasional dan jadwal keberangkatan bus.

‎”Biasanya satu bulan pertama masyarakat masih mencoba. Memasuki bulan kedua, ketika mereka sudah yakin dengan jadwal dan ketepatan waktu, jumlah penumpang mulai meningkat,” ujarnya.

‎Pengalaman tersebut, kata Bambang, pernah terjadi pada Koridor 1 Sekupang–Batam Centre dan Koridor 2 Tanjung Uncang–Batam Centre. Saat permintaan meningkat, Dishub menambah armada sehingga waktu tunggu bus dapat dipersingkat.

‎”Dulu headway 15 sampai 20 menit. Setelah penumpang bertambah, kami tambah armada sehingga menjadi setiap 10 menit. Kalau nanti rute bandara juga berkembang, bukan tidak mungkin tahun 2027 kami tambah armadanya dari lima menjadi enam unit atau lebih,” katanya.

‎Saat ini layanan Bandara Hang Nadim dioperasikan menggunakan lima armada dengan interval keberangkatan setiap 30 menit. Selain menyiapkan penambahan armada, Dishub juga mengantisipasi kebutuhan penumpang pesawat yang membawa koper.

‎Menurut Bambang, setiap bus telah dilengkapi ruang penyimpanan bagasi di bagian depan dekat pengemudi. Selama masa awal operasional, seluruh koper masih dapat diangkut tanpa biaya tambahan.

‎”Untuk satu bulan pertama kami gratiskan. Ke depan akan kami evaluasi. Kalau ukuran koper sudah melebihi kapasitas tertentu, kemungkinan dikenakan tambahan satu tarif penumpang sebesar Rp5 ribu,” katanya.

Baca Juga: Penggunaan Nilai TKA untuk SPMB Tuai Sorotan, Ini Penjelasan Disdik Kepri

‎Fasilitas bagi penyandang disabilitas juga telah disiapkan. Seluruh armada dilengkapi ramp atau jalur landai sehingga pengguna kursi roda dapat naik ke dalam bus tanpa kesulitan.

‎”Kalau ada penumpang menggunakan kursi roda, tinggal buka ramp lalu kursinya bisa langsung didorong masuk ke dalam bus,” ujarnya.

‎Dishub juga memastikan integrasi Trans Batam dengan pelabuhan penumpang di Batam terus diperkuat. Menurut Bambang, halte Trans Batam saat ini telah tersedia di kawasan Pelabuhan Batam Centre, Sekupang, maupun Telaga Punggur dengan jarak yang relatif dekat dari terminal penumpang.

‎”Kalau Batam Centre dan Sekupang sudah terintegrasi. Di Punggur memang masih perlu sedikit berjalan karena kondisi pelabuhan, tetapi aksesnya masih di bawah 200 meter,” katanya.

‎Ke depan, Dishub akan membenahi konektivitas antarmoda melalui pembangunan jalur pedestrian yang lebih nyaman, terlindung dari hujan, dan ramah bagi pejalan kaki.

‎Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum, Dishub juga menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang.

‎Selain meningkatkan kualitas layanan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025.

‎”Nanti ketika layanan angkutan umum sudah memadai, kami bisa mengusulkan surat edaran agar pada hari tertentu pegawai menggunakan angkutan umum. Kami juga mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif parkir di beberapa lokasi agar masyarakat lebih memilih naik Trans Batam,” kata Bambang.

‎Ia menegaskan, langkah pertama yang menjadi prioritas adalah memastikan layanan Trans Batam benar-benar nyaman, tepat waktu, aman, dan terjangkau.

‎”Kalau pelayanannya bagus, masyarakat akan berpindah menggunakan transportasi umum dengan sendirinya. Itu yang sedang kami bangun sekarang,” ujarnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE