
batampos – Di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan masyarakat akan transportasi yang terjangkau, layanan Bus Trans Batam kian diminati warga. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat jumlah penumpang Trans Batam sepanjang 2026 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan tren tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi umum yang dinilai lebih ekonomis dibanding kendaraan pribadi maupun angkutan lainnya.
Menurut dia, kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi pengeluaran membuat masyarakat mulai mencari alternatif transportasi dengan biaya yang lebih murah namun tetap nyaman.
”Biaya ekonomi masyarakat sekarang lebih tinggi. Dengan berbagai efisiensi yang dilakukan masyarakat, kebutuhan terhadap transportasi yang ekonomis juga meningkat. Trans Batam hadir untuk melayani kebutuhan itu,” kata Leo Putra kepada Batam Pos, Rabu (24/6) siang.
Baca Juga: Jangan Mudah Menuduh Malpraktik, Dinkes Batam Ingatkan Bedakan Risiko Medis dan Kelalaian
Leo mengatakan salah satu daya tarik utama Trans Batam adalah tarif yang relatif rendah. Saat ini tarif untuk penumpang umum ditetapkan sebesar Rp5 ribu per perjalanan, sementara pelajar hanya dikenakan tarif Rp2.500.
”Kami memberikan harga yang sangat murah dibandingkan moda transportasi lainnya. Tarif umum Rp5 ribu dan pelajar Rp2.500. Itu sebenarnya sangat terjangkau,” ujarnya.
Berdasarkan data Dishub, peningkatan penumpang paling signifikan terjadi pada sejumlah koridor utama yang melayani kawasan padat aktivitas masyarakat.
Koridor 2 rute Tanjung Uncang-Batam Centre menjadi salah satu jalur dengan pertumbuhan penumpang tertinggi. Peningkatan juga terjadi pada Koridor 8 Punggur-Jodoh, Koridor 1 Sekupang-Batam Centre, serta Koridor 3 Sekupang-Jodoh.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna, Pemerintah Kota Batam sebelumnya telah menambah 19 armada baru Trans Batam. Penambahan armada tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan di sejumlah koridor sekaligus mengurangi waktu tunggu penumpang di halte.
Selain memperluas layanan, Dishub juga terus mendorong modernisasi sistem pembayaran. Sejak 2023 seluruh transaksi tiket Trans Batam telah menggunakan sistem nontunai atau cashless.
Baca Juga: Mayoritas Batam Berpengeluaran di Atas Rp1,5 Juta Per Kapita Setiap Bulan
Penumpang kini dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS, kartu uang elektronik perbankan seperti BRIZZI, maupun dompet digital lainnya seperti OVO dan GoPay.
”Pembayaran sudah 100 persen cashless. Penggunaan QRIS dan uang elektronik saat ini hampir berimbang,” kata Leo.
Dari sisi profil pengguna, Dishub mencatat mayoritas penumpang Trans Batam berasal dari kalangan pekerja dan masyarakat umum. Jumlahnya mencapai sekitar 80 persen dari total pengguna, sedangkan sisanya merupakan pelajar.
Leo mengatakan meningkatnya jumlah pengguna juga berdampak terhadap target pendapatan layanan Trans Batam tahun ini. Dishub menargetkan pendapatan dari sektor transportasi massal tersebut mencapai sekitar Rp15 miliar sepanjang 2026.
Tidak hanya itu, Trans Batam juga bersiap memperluas jangkauan layanan hingga ke Bandara Internasional Hang Nadim. Layanan menuju bandara dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026 sebagai pengembangan Koridor 7 rute Batam Centre-Nongsa.
Menurut Leo, kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Batam.
”Nantinya titik drop-off berada di area kedatangan bandara sehingga memudahkan penumpang yang baru tiba maupun yang akan berangkat,” ujarnya.
Rencana pengembangan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Urip Setiawan, salah seorang warga Batam yang rutin menggunakan Trans Batam, menilai tarif murah menjadi alasan utama dirinya memilih transportasi tersebut.
Menurut dia, penambahan armada juga membuat layanan semakin nyaman karena waktu tunggu menjadi lebih singkat. “Rp5 ribu untuk orang dewasa itu murah. Sekarang busnya juga sudah bertambah, jadi lebih enak dan tidak terlalu lama menunggu,” kata Urip. (*)

