Kamis, 21 Mei 2026

UT Batam Targetkan 4.000 Mahasiswa Baru pada 2026/2027, Prodi Manajemen dan Hukum Masih Favorit

spot_img

Berita Terkait

Universitas Terbuka (UT) Batam saat saat meggelar wisuda beberapa waktu lalu. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Universitas Terbuka Batam mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027 sejak awal Mei 2026. Kampus negeri berbasis pembelajaran jarak jauh itu menargetkan penerimaan 4.000 mahasiswa baru pada tahun ini.

Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan pendaftaran mahasiswa baru dibuka melalui dua jalur, yakni jalur umum atau non Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan jalur RPL atau alih kredit.

“Pendaftaran mahasiswa baru semester ganjil ini sudah dibuka sejak awal Mei. Ada dua jalur penerimaan, yaitu jalur umum bagi lulusan SMA/sederajat yang belum pernah kuliah dan jalur RPL bagi mereka yang sebelumnya sudah pernah kuliah atau memiliki pengalaman kerja yang relevan,” ujarnya, Kamis (21/5).

Untuk jalur umum, kata Angga, pendaftaran dibuka hingga 22 Juli 2026. Sementara jalur RPL dibuka sampai 24 Juni 2026 karena harus melalui proses asesmen dan pengakuan capaian pembelajaran sebelumnya.

“Jalur RPL ini diperuntukkan bagi mahasiswa transfer, yang pernah kuliah tetapi belum selesai, atau yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan studi sesuai bidang pekerjaannya. Pengalaman kerja mereka bisa diakui menjadi pengurangan SKS,” jelasnya.

Ia mencontohkan, aparatur desa yang mengambil Program Studi Ilmu Pemerintahan dapat memperoleh pengakuan SKS berdasarkan pengalaman kerja dan dokumen pendukung seperti surat keputusan jabatan.

Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

“Begitu juga yang bekerja di bidang akuntansi dan mengambil Prodi Akuntansi. Pengalaman kerja dan ijazah sebelumnya bisa diperhitungkan,” katanya.
Untuk biaya pendaftaran, calon mahasiswa jalur umum dikenakan biaya admisi Rp100 ribu. Sedangkan jalur RPL dikenakan tambahan biaya proses alih kredit sekitar Rp400 ribu.

Pada semester sebelumnya, UT Batam menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru dengan total mahasiswa aktif mencapai 16.400 orang yang tersebar di Kepri hingga Johor dan Singapura.

“Tahun ini target kami minimal dua kali lipat dari semester sebelumnya, mudah-mudahan bisa mencapai 4.000 mahasiswa baru sehingga total mahasiswa aktif UT Batam bisa menyentuh angka 19 ribu,” ujar Angga.

Menurutnya, UT Batam saat ini berkontribusi besar terhadap angka partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Kepri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat Kepri yang melanjutkan ke perguruan tinggi sekitar 50 ribu orang dan sekitar 16 ribu di antaranya merupakan mahasiswa UT Batam.

Adapun program studi yang paling diminati masih didominasi Prodi Manajemen dan Ilmu Hukum. Namun, Prodi Sistem Informasi juga mengalami peningkatan peminat cukup signifikan.

“Kalau di Batam yang paling banyak itu Manajemen. Di Karimun banyak Ilmu Hukum, sedangkan di Natuna justru Ilmu Komunikasi yang cukup tinggi peminatnya,” katanya.
UT Batam juga membuka peluang bagi lulusan SMA/sederajat untuk langsung mengambil program studi keguruan seperti S1 PGSD dan PGPAUD melalui jalur pre-service.

“Kalau dulu harus mengajar dulu baru bisa ambil program keguruan, sekarang lulusan SMA pun sudah bisa masuk,” katanya.

Angga menyebut tingginya minat masyarakat terhadap UT dipengaruhi fleksibilitas sistem pembelajaran yang diterapkan. Selain itu, status UT sebagai perguruan tinggi negeri juga menjadi pertimbangan masyarakat.

“Sekarang pola mahasiswa UT sudah berubah. Sekitar 70 persen mahasiswa UT secara nasional usianya di bawah 25 tahun. Ini menunjukkan masyarakat mulai melihat kuliah jarak jauh sebagai pilihan yang fleksibel dan sesuai perkembangan zaman digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, UT yang berdiri sejak 1984 terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembelajaran digital dan menjadi pionir pembelajaran jarak jauh di Indonesia.
Dari sisi biaya, UT Batam juga menawarkan kuliah dengan biaya relatif terjangkau. Uang kuliah per semester berkisar Rp1,3 juta hingga sekitar Rp3 juta, tergantung skema yang dipilih mahasiswa.

“Mahasiswa bisa memilih sistem paket atau per SKS sesuai kemampuan finansial masing-masing. Maksimal pengambilan tetap 24 SKS per semester,” katanya.

Ia juga meluruskan anggapan masyarakat yang menilai kuliah di UT hanya delapan kali pertemuan.

“Proses pembelajaran di UT tetap mengacu aturan pemerintah, yakni setara 16 kali pertemuan. Bedanya, sebagian dilakukan melalui pembelajaran mandiri dan sebagian lagi pembelajaran terbimbing, baik tatap muka maupun online,” jelasnya.

Saat ini UT Batam membuka program diploma, sarjana hingga pascasarjana, termasuk program S2 dan S3. Pendaftaran dapat dilakukan langsung di kantor UT Batam di Jalan Dr Sutomo atau secara daring melalui admisi-sia.ut.ac.id⁠.(*)

spot_img

UPDATE

Play sound