
batampos – Sepekan terakhir ini, call center Ferry BatamFast maupun resort yang tergabung dalam Nongsa Sensation, terus berdering menanyakan perjalanan wisata dari Singapura menuju ke Batam.
Tingginya animo wistawan asal Singapura ini, terpantau setelah disahkannya pelaksanaan travel bubble.
”BatamFast itu kemarin lapor, 300 atau sampai 400 telepon yang masuk. Sejak pengumuman travel bubble, banyak tanya dan ini menunjukkan antusias orang Singapura ke Batam. Tapi berapa yang sudah booking, saya tidak bisa jawab,” kata Kepala Nongsa Sensation, Andy Fong.
Walaupun tidak menyampaikan jumlah detail wistawan datang ke Batam, Andy mengatakan, masih ada faktor penting yang menghambat kedatangan turis asal Singapura.
Sampai saat ini, kata Andy, aturan dari Pemerintah Singapura masih menerapkan karantina, bagi warganya yang baru saja melakukan perjalanan dari Batam atau Bintan.
Berdasarkan aturan itu, karantina wajib dijalani warga Singapura sehabis berlibur dari Batam atau Bintan selama 7 hari.
”Saya harap aturan ini dilonggarkan. Jika masih tetap karantina, hambatan itu (untuk masuknya wisman dari Singapura ke Batam),” ujarnya.
Ia juga mengatakan, jika aturan karantina ditiadakan, akan dapat meningkatkan lagi jumlah orang asing yang datang ke Batam.
”18 Februari itu jadi, (wisman) datang ke Batam. Jumlah belum tahu, kami terus berusaha sampai saat ini (untuk menarik minat wisman),” kata Andy Fong.
Andy mengatakan, ada beberapa wisatawan asal Singapura memastikan datang ke Batam. Namun, mereka menjadwalkan datang untuk beberapa bulan ke depan.
”Jadi setiap telepon masuk, kami layani dengan baik. Ada yang menyatakan masuk bulan ini, bulan depan atau beberapa bulan kemudian,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Buralimar, mengatakan, sudah bertemu dengan Konjen Singapura. Namun, ia mengaku belum bisa memaparkan hasil pertemuan tersebut.
Salah satu yang dibahas mengenai pariwisata Batam, Bintan dengan Singapura.
”Kami hanya bisa menunggu kabar baik, dalam seminggu atau dua minggu ini,” kata dia.
Buralimar mengatakan, izin berlayar sudah diberikan Pemerintah Singapura. Lalu, bagaimana dengan peniadaan karantina, usai perjalanan dari Batam atau Bintan ke Singapura?
”Saya hanya bisa bilang, mari ditunggu saja,” ujarnya.
Ia mengatakan, kapasitas kapal feri pembawa wisman dari Singapura sebanyak 200 orang, namun hanya bisa diisi 120 orang.
”Sesuai aturan, hanya boleh diisi 60 persen saja. Saya harap itu tetap dipatuhi nantinya,” tuturnya.
Reporter: Fiska Juanda

