
batampos – Polda Kepri menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026 di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Kamis (12/3). Kegiatan itu bertujuan untuk mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, agar berjalan aman serta kondusif.
Apel dipimpin langsung Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, serta sejumlah unsur Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal di wilayah Kepulauan Riau.
Kapolda Kepri menyampaikan bahwa dinamika global saat ini turut menjadi perhatian, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina, dan Iran yang berpotensi memicu gejolak harga minyak dunia serta berdampak pada stabilitas ekonomi.
Meski demikian, pemerintah terus menjaga stabilitas nasional melalui diplomasi luar negeri yang aktif dan berbagai kebijakan ekonomi, termasuk menjaga ketersediaan energi. Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional saat ini masih mencukupi sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Secara nasional, perayaan Idul Fitri tahun ini diperkirakan akan memicu mobilitas besar masyarakat. Sekitar 143,9 juta orang diprediksi melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah di Indonesia.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Polri bersama TNI dan instansi terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi terpusat ini melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Pengamanan difokuskan pada objek penting, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga simpul transportasi seperti bandara dan pelabuhan. Selain pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu juga disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” Jelasnya.
Ia menegaskan, pengamanan di wilayah Kepri akan difokuskan pada titik-titik pergerakan penumpang dan barang, terutama di pelabuhan domestik maupun pelabuhan roro yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat saat musim mudik.
“Dalam Operasi Ketupat Seligi 2026 ini, sekitar 1.450 personel gabungan dilibatkan. Mereka akan ditempatkan di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kepulauan Riau,” ujar Asep saat doorstop bersama awak media.
Menurutnya, situasi keamanan di wilayah Kepri sejauh ini relatif kondusif. Namun demikian, aparat tetap melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk perkembangan situasi global.
Selain pengamanan arus mudik, aparat juga diminta meningkatkan patroli pada jam rawan serta melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait telah melakukan koordinasi dan langkah antisipasi menghadapi periode mudik Lebaran.
Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah potensi lonjakan harga tiket transportasi, baik kapal laut maupun pesawat.
“Pemerintah akan melakukan pengawasan terhadap harga tiket transportasi agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota di Kepri juga akan memastikan ketersediaan layanan transportasi dan kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah dan aparat keamanan berharap pelaksanaan mudik tahun ini dapat berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan nyaman.
“Harapannya tentu mudik berjalan aman, masyarakat tenang, dan semua bisa merayakan Lebaran dengan bahagia,” pungkasnya.(*)

