Kamis, 18 Agustus 2022

202 Hewan Kurban Bergejala, DKPP Batam Kirim Sampel ke Balai Veteriner Bukittinggi

Berita Terkait

spot_img
Hewan Kurban 2 F Cecep Mulyana
ILUSTRASI: Hewan kurban di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam mengirim sampel hewan bergejala PMK ke Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat. Saat ini terdapat sedikitnya 202 hewan kurban jenis sapi yang menunjukkan gejala PMK.

Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan pengiriman sampel ini untuk mengetahu kondisi ril hewan kurban. Hasil tes lab akan diketahui dalam waktu dua hari ke depan.

Pihaknya sudah melakukan tindakan pemisahan, untuk mencegah perluasan gejalan PMK pada hewan kurban lainnya. Berdasarkan aturan hewan bergejala ini harus dipisahkan minimal 10 kilometer dari hewan tidak memiliki gejala.

“Sudah dilakukan tindakan pencegahan. Untuk memastikan kondisi hewan kami harus menunggu hasil laboratorium terlebih dahulu. Kalau sekarang kami hanya bisa bilang baru suspek,” kata Mardanis usai menghadiri rapat di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (30/6).

Asisten II Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri mengatakan saat ini sudah ada 813 hewan kurban yang ada di Batam. Setelah dilakukan pemantauan dan pengecekan ternyata terdapat 202 suspek PMK.

Untuk itu, satgas meminta kepada pelaku usaha hewan kurban ini, agar hewan yang masuk dalam suspek ini dipisahkan dari hewan lainnya. Meskipun sebelumnya hewan tersebut sudah mendapatkan surat rekomendasi dan dinyatakan sehat dan layak, namun saat karantina hewan menunjukkan gelagat PMK.

“Ini nanti tim satgas yang akan melaksanakan di lapangan. Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab sudah ada fatwa MUI terkait hal ini, dan juga hewan sudah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan layak dari daerah asalnya,” jelas Yusfa usai memimpin rapat di Kantor Wali Kota Batam. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

 

 

spot_img
spot_img
spot_img

Update