Selasa, 28 April 2026

3.356 Anak di Batam Menderita Stunting

Berita Terkait

Ilustrasi stunting. Foto: JawaPos.com

batampos.co.id – Sebanyak 3.356 anak di Kota Batam tercatat sebagai penderita stunting atau kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan kembang sang anak. Perlu peran aktif semua pihak untuk mengatasi dan mencegah bayi penderita stunting lainnya kedepan.

Ini disampaikan langsung oleh wakil wali kota Batam Amsakar Achmad yang juga menjaga sebagai ketua penanganan stunting Kota Batam saat menghadiri acara seminar parenting yang mengusung tema stunting di Sekolah Misi Bagi Bangsa di Sagulung, Rabu (17/11) pagi.

“Ada enam persen anak di Batam ini yang menderita stunting. Dari 55.720 anak setelah ditimbang dan diukur ternyata ada 3.356 anak yang menderita stunting. Saya berharap bapak ibu yang mengikuti seminar ini bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menekan dan mencegah penderita stunting ini. Ini tugas kita semua agar anak menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas,” ujar Amsakar saat memberikan arahan di acara seminar tersebut.

Dijelaskan Amsakar, jumlah anak penderita stunting di Batam ini tergolong cukup tinggi sebab sebab Kepri secara umum berada di angka 16,13 persen.

“Untuk nasional diangka 17 persen. Jadi memang masih sangat banyak. Bapak presiden dan bapak wakil presiden memberikan perhatian yang lebih untuk masalah stunting ini. Pemerintah daerah dengan berbagai kebijakan dan program akan terus berupaya menekan angka stunting ini,” ujarnya.

Untuk itu Amsakar berharap agar peserta seminar parenting yang hadir diantaranya orangtua siswa, guru, dan kepala sekolah se-Kecamatan Sagulung bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menekan angka stunting di Kota Batam.

“Pahami betul seminar ini agar tahu cara mencegah stunting yang baik dan benar. Sampaikan kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui tentang informasi ini dengan benar sehingga bisa mencegah stunting pada anak. Saya titip betul ini kepada bapak ibu semua,” ujarnya.

Ketua Yayasan Sekolah Misi Bagi Bangsa Jeklin selaku tuan rumah pelaksanaan acara, mengapresiasi seminar yang digelar oleh perkumpulan kepala sekolah di Kecamatan Sagulung tersebut. Dia berharap agar seminar ini memberikan pemahaman dan masukan yang baik kepada peserta agar bisa menyambung informasi yang benar tentang tata cara mengatasi dan mencegah stunting tadi.

“Kita bersyukur karena banyak pihak yang mendukung acara ini. Tujuan kita adalah menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat dan cerdas,” ujarnya. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA

UPDATE