
batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, empat pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam, Rabu (5/1) kemarin, tidak memiliki riwayat ke luar kota.
“Dari hasil penulusuran kita enggak ada (ke luar kota), itupun baru tahu dari hasil swab saat pasien akan ke luar kota,” ujar Didi, Kamis (6/1).
Menurutnya saat ini sudah dilakukan tracing terhadap seluruh keluarga pasien. Begitu juga kontak langsung maupun kontak tidak langsung pasien.
Selain keluarga pasien, penerapan tracing terus ditingkatkan di masyarakat. Dimana sesuai edaran Kemendagri untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15 sudah dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Kota Batam.
Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan meningkatkan tracing menjadi 15 orang, untuk setiap satu kasus positif Covid-19. Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak.
Selain itu dalam tracing ini, tenaga kesehatan tiap puskesmas akan melibatkan pemerintah setempat seperti camat, lurah, Babinsa serta dari Bhabinkamtibmas.
“Untuk pasien baru ini juga sudah kita lakukan tracing, tidak hanya kontak erat tapi semua yang kontak langsung dengan pasien,” jelasnya.
Sebelumnya, empat orang warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (5/1). Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam mencatat, penambahan kasus baru ini berasal dari Kelurahan Sagulung Kota, Tiban Lama, masing masing satu kasus. Sedangkan Kabil, Sadai dan Tanjung Buntung masing-masing dua kasus.
Didi menambahkan, empat orang pasien tambahan tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Sementara satu orang lainnya dirawat di RSUD Embung Fatimah. “Satu orang pasien yang di rawat di RSUD Embung Fatimah merupakan warga Bengkong, tepatnya Bengkong Sadai,” ungkap Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra


