Minggu, 18 Januari 2026

Pasar Rakyat di Batam Ini Sudah Rusak Meski Tak Pernah Digunakan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Beberapa fasilitas di Pasar Rakyat Wan Sri Beni di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Kota Batam, rusak meski belum pernah digunakan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasar Rakyat Wan Sri Beni di Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, berbeda dengan pasar pada umumnya. Pasar sejatinya jadi pusat keramaian, namun tidak bagi pasar yang satu ini.

Pasalnya, sejak selesai pembangunan sampai saat ini, pasar tersebut tak kunjung digunakan. Bahkan, sejumlah fasilitas pendukung di pasar tersebut hilang dan bahkan rusak.

Pantauan Batam Pos di lokasi, Minggu (5/12/2021), mulai dari partisi, rolling door, pintu kamar mandi hingga instalasi kabel listrik tak tampak di lokasi pasar rakyat ini.

Selain itu, plafon pasar juga sudah mulai rusak dan berjatuhan. Bola lampu hilang serta kaca bangunan sudah banyak yang pecah.

”Persisnya sudah seperti rumah hantu, bukan pasar lagi. Sejak selesai dibangun sampai saat ini tak pernah digunakan,” ujar Arif, salah satu warga sekitar, Minggu (5/12/2021).

Selain lokasinya yang berada di tengah hutan, katanya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan pasar ini. Bahkan, untuk sampai ke Pasar Rakyat Wan Sri Beni di Marina, harus melewati jalan tanah.

Lokasi pun cukup jauh dari jalan raya dan rumah warga.

”Lagian kalau ada yang mau jualan di sini, siapa yang mau beli,” ucap Arif.

Pasar yang dibangun sejak 2020 lalu menggunakan dana APBN hingga Rp 2,5 miliar ini, belum sekalipun digunakan. Lokasi pasar ini berada di samping Perumahan Devin Premier.

Dari jalan Marina City ke Pasar Wan Sri Beni, jaraknya sekira 800 meter. Di bagian atas pasar tertulis Kementerian Perdagangan.

”Ya kalau seperti ini terkesan dipaksakan dan buang-buang anggaran. Saya aja juga baru tahu ada pasar di sini,” ujar Yatno, warga lainnya.

Ia menyayangkan pembangunan pasar ini, apalagi duit yang digelontorkan tidak sedikit. Dan dirasa akan sangat bermanfaat jika dipakai untuk membantu masyarakat khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil saat ini.

”Sayang kan, bangun pasar mahal-mahal tapi enggak dipakai. Coba duitnya buat modal usaha atau pinjaman lunak, ada manfaat langsung bagi masyarakat tentunya,” ungkap Yatno.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Pasar Rakyat Wan Sri Beni di Marina tersebut belum digunakan.

”Belum bang,” jawabnya singkat melalui media perpesanan.

Ditanya mengenai kondisi pasar yang tak terawat dan mulai rusak, Agus belum menjawab.

Reporter: Rengga Yuliandra

Update