
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Kota Batam sepanjang 2021 sebesar 2,45 persen. Sementara inflasi di bulan Desember 2021 tercatat 0,58 persen secara month to month (mtm).
Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto menjelaskan, inflasi untuk tahun kalender sama dengan tingkat inflasi dari tahun ke tahun 2021.
“Di mana tercatat inflasinya sebesar 2,45 persen. Sementara inflasi tahun kalender sama dengan inflasi tahun ke tahun yakni sebesar 2,45 persen,” ujarnya, Selasa (4/1).
Dijelaskan Rahmad, inflasi Batam terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,61 pada November 2021 menjadi 107,23 pada Desember 2021.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,76 persen, kelompok transportasi naik sebesar 1,71 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,65 persen.
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,58 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lain naik sebesar 0,38 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,26 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,18 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,01 persen.
Adalun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu, kelompok kesehatan turun sebesar 0,18 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,06 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.
Sementara itu bila dikihat dari komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu minyak goreng sebesar 0,1643 persen, cabai rawit sebesar 0,1082 persen, telur ayam ras sebesar 0,0519 persen, wortel sebesar 0,0342 persen, dan bawang merah sebesar 0,0340 persen.
“Dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 116 komoditas mengalami kenaikan harga dan 57 komoditas mengalami penurunan harga.,” jelas Rahmad.
Ia menambahkan, dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat 22 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,07 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 0,13 persen dan deflasi terendah di Kota Bukittinggi sebesar 0,04 persen.
Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-10 dan ke-16 dari 22 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.
Selanjutnya bila dilihat dari IHK 90 kota, tercatat 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,91 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,07 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 0,13 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 0,04 persen.
Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-59 dan ke-76 dari 88 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

