
batampos – Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pasalnya, hampir saban hari terjadi penambahan kasus.
Tidak terkecuali di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, saat ini ada dua sekolah yang pelajarnya terpapar Covid-19.
Namun, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum memutuskan untuk menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, khususnya untuk jenjang TK, SD dan SMP.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, dua sekolah yang siswanya terpapar itu sudah dilakukan penanganan sesuai prosedur. Tim kesehatan sudah turun ke sekolah dan melakukan penelusuran kontak hingga pengetesan (tracing and testing).
”Hasilnya sesuai dengan edaran SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri, kelas yang terpapar diliburkan 5 hari dan kelas tersebut belajar online karena yang terpapar di bawah lima persen,” kata Hendri.
Salah satu sekolah yang terpapar adalah SMPN 25 Batam, dan satu sekolah dasar swasta. Kebijakan yang diambil adalah PTM tetap digelar dan sekolah berjalan seperti biasa, kecuali kelas yang terpapar.
Melihat perkembangan kasus di lingkungan pendidikan ini, Hendri mengaku akan segera melaporkannya kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Nantinya akan diputuskan kebijakan baru yang akan diterapkan di sekolah, pasca melonjaknya angka kasus Covid-19.
”Meskipun sejauh ini PTM masih dikategorikan aman, kendati begitu, kebijakan melihat perkembangan kasus terbaru pastinya,” jelas Hendri.
Ia menanyatakan bahwa lingkungan sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan (protkes) dengan baik. Hanya saja, ketika anak kembali ke rumah tidak bisa dikontrol.
Untuk itu, penting menerapkan protkes, terutama penggunaan masker. Karena masker bisa melindungi dari penyebaran Covid-19.
”Kalau di sekolah kami sudah pantau dan awasi terus. Jadi kami tekankan kepada guru untuk tidak abai. Kalau kasus naik terus bisa jadi kembali ke daring, namun besar harapan itu tidak terjadi,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, perkembangan kasus di lingkungan pendidikan masih aman.
Meskipun begitu, jika ada lonjakan kasus yang meluas, tidak tertutup kemungkinan sistem pembelajaran kembali ke daring.
”Kebijakan nanti akan dibahas Pak Wali dengan berkoordinasi dengan Disdik dan Dinkes. Sekarang protokol kesehatan ini yang perlu digaungkan. Jangan kendor untuk pakai masker,” imbaunya.
Reporter: Yulitavia

