batampos– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama 2021 sebanyak 2.651 wisatawan mancangera (wisman) berkunjung ke Kota Batam. Jumlah itu mengalami penurunan 99,11 persen dari 2020 yang tercatat sebanyak 299.158 kunjungan.

“Penurunan jumlah wisman ini tak lepas dari masih merebaknya wabah Covid-19 yang berdampak pada sektor industri pariwisata Batam,” ujar Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto, Selasa (8/2).
BACA JUGA: Sampai Hari Ini, Belum Ada Wisman Masuk ke Batam
Jadi terlihat tren kunjungan wisman selama pandemi ini mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan dibandingkan dengan 2020 penurunannya mencapai 99,11 persen.
Wisman berkebangsaan Singapura merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Batam pada periode Januari hingga Desember 2021. Wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi sebesar 15,69 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kota Batam.
“Selama bulan Januari sampai dengan Desember 2021, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 416 kunjungan,” ucap Rahmad.
Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 236 kunjungan atau 8,90 persen dari total kunjungan wisman ke Kota Batam. Kunjungan terbanyak ketiga adalah wisman berkebangsaan China yaitu sebanyak 32 kunjungan atau 1,21 persen dari total kunjungan ke Batam selama periode yang sama.
Adapun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada bulan Desember 2021 mencapai rata-rata 37,04 persen atau naik 5,50 persen poin dibanding TPK November 2021 sebesar 31,54 persen. Jika dibandingkan dengan bulan Desember tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepri naik sebesar 9,63 persen poin dimana TPK bulan Desember 2020 yaitu sebesar 27,41 persen.
Pada bulan Desember 2021, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepri lebih rendah 14,53 persen poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK Nasional sebesar 51,57 persen. Selanjutnya bila dilihat menurut klasifikasinya, TPK hotel berbintang 4 pada Desember 2021 capai 44,37 persen dan merupakan TPK tertinggi pada Desember 2021. Sedangkan TPK terendah pada Desember 2021 yaitu hotel bintang 1 hanya sebesar 4,41 persen.
Rahmad mebambahkan, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepri selama bulan Desember 2021 adalah 1,83 hari, atau naik 0,24 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada November 2021.
“Pada bulan Desember 2021, rata-rata lama menginap tamu Indonesia mencapai 1,81 hari atau lebih rendah 1,11 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing yang mencapai 2,92 hari,” pungkas Rahmad. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

