
batampos – Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Batam meninggal dunia, Minggu (13/2). Ini adalah kasus kematian covid pertama tahun 2022 di Kota Batam.
Pasien meninggal tersebut merupakan seorang pria, warga Sagulung, Kota Batam. Bertambahnya satu pasien Covid-19 yang meninggal ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran kasus yang semakin masif.
“Ya, ini kasus pertama meninggal di tahun 2022. Secara kumulatif kasus meninggal di Kota Batam mencapai 843 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi.
Selain tambahan kasus meninggal, kasus baru juga melonjak signifikan. Tercatat sepanjang Sabtu dan Minggu, (12/2-13/2) kasus baru Covid-19 di Kota Batam bertambah 168 orang. Dimana, tambahan kasus pada Sabtu (12/2) kemarin, yakni 95 orang yang menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun 2022 ini.
“Sementara pada Minggu (13/2) ada tambahan 73 kasus baru. Secara kumulatif kasus Covid-19 di Kota Batam berjumlah 26.506 orang,” tambah Didi.
Selain kasus baru, tim gugus tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat tambahan 49 kasus sembuh atau selesai menjalani perawatan dan isolasi mandiri. Rinciannya, 27 kasus Sabtu dan 22 kasus pada Minggu. Adapun secara keseluruhan pasien sembuh di Batam saat ini berjumlah 25.159 orang.
“Untuk kasus aktif kita juga naik jadi 504 orang,” ungkap Didi.
Kasus aktif ini sebanyak 434 diantaranya dirawat di RSKI Galang dan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam. Sisanya 70 orang isolasi mandiri.
Sementara itu untuk peta zonasi penyebaran virus Covid-19 di Kota Batam diketahui, hampir seluruh wilayah saat ini berzona merah. Hanya tiga kecamatan hinterland yang masih berzona kuning.
Kasus tertinggi berada di Kecamatan Batam Kota yakni sebanyak 140 kasus. Lalu Sagulung 70 kasus dan Sekupang, Seibeduk dan Batuaji masing-masing sebanyak 48 kasus. Sisanya, Bengkong 47 kasus dan Nongsa 46 kasus. Lubukbaja 30 kasus dan Kecamatan Batuampar 24 kasus aktif.
“Tidak ada zona hijau, tiga wilayah hinterland memiliki masing-masing satu kasus aktif,” ucapnya.
Didi menghimbau agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Ia mengkhawatirkan gelombang ketiga Covid-19 terjadi di Kota Batam. “Tetap patuhi prokes,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra

