Senin, 16 Maret 2026

Ini Alasan UAS Ditolak Masuk Singapura

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ustaz Abdul Somad mengisi tausiyah di Batam.

batampos – Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura menjelaskan alasan ditolaknya Abdul Somad Batubara atau Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negaranya. Pemerintah Singapura menilai UAS menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

Kementrian Dalam Negeri Singapura membenarkan bahwa UAS sampai di Terminal Ferry Tanah Merah Singapura, Senin (16/5) dari Batam bersama 6 orang lainnya.

UAS bersama rombongan kemudian ditolak masuk ke Singapura setelah diwawancarai dan dipulangkan kembali ke Batam pada hari yang sama.

“Somad (UAS) dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” ujar pernyataan resmi Kementrian Dalam Negeri Singapura, Selasa (17/5).

Baca Juga: UAS Ditolak Masuk Singapura, Dipulangkan Lewat Batam

Pemerintah Singapura menyebutkan, pernyataan UAS yang ekstremis ketika UAS menyampaikan bom bunuh diri adalah sah dalam dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.

“Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal “jin (roh/setan) orang kafir”. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai “kafir” (kafir),” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan resmi itu juga menegaskan, masuknya seseorang ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Mereka akan dinilai terlebih dahulu berdasarkan kemampuannya.

Sementara UAS, menurut Pemerintah Singapura, berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

“Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi,” tutup pernyataan resmi Kementrian Dalam Negeri Singapura tersebut. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN