
batampos – Fakultas Kedokteran Universitas Batam (Uniba) menggelar Yudisium dan Pengucapan Sumpah Dokter ke 30 di Gedung Rumengan Hall UNIBA, Batamcentre, Kamis, (11/8). Prosesi pengucapan sumpah yang diikuti 46 calon dokter itu berlangsung hikmat dan dipimpin Dekan FK Uniba Ibrahim.
Setelah pengucapan sumpah, ke 46 calon dokter itu resmi menyandang gelar profesi dokter. Sebab angkat sumpah merupakan prosesi yang wajib dilakukan bagi calon dokter untuk mendapatkan gelar dokter.
Dekan FK UNIBA Ibrahim mengatakan calon dokter yang dilantik telah lulus ujian yang digelar pada Mei 2022 lalu. Sebenarnya, ada 49 calon dokter yang dilantik, namun tiga diantaranya berhalangan hadir.
“Semoga ilmu yang diraih para dokter yang baru dilantik memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskannya, FK UNIBA sudah berdiri sejak 2008, yang kemudian di tahun 2012 meluluskan angkatan dokter pertama FK Uniba. Bahkan saat ini, FK Uniba mendapar akreditasi unggulan, setelah sempat melakukan tiga kali akreditasi.
Akreditasi unggulan, mengantarkan FK UNIBA menjadi satu-satunya kampus swasta dengan predikat tersebut di wilayah LLDIKTI X. Sementara se-Sumatera ada dua, satunya lagi di salah satu kampus di Medan, Sumatera Utara. Salah satu keuntungan dengan akreditasi tersebut, FK UNIBA dapat membuka program studi dokter spesialis.
“Saat ini akreditas FK sudah A. Pada tahun 2012 terakreditasi C atau baik lalu pada tahun 2017 baik sekali. Dan, tahun 2022 ini mendapat predikat unggul. Artinya, kita sudah sama dengan fakultas kedokteran kampus negeri ternama di Indonesia,” ucapnya.
Pengawas Yayasan Universitas Batam, dr Indrayani mengatakan akreditasi unggulan yang telah diraih FK Uniba Batam, menjadi peluang besar rumah sakit Yayasan Uniba Batam menjadi tipe A juga. Sehingga kedepannya akan ada program untuk dokter spesialis.
“FK Uniba semakin berkiprah. Satu-satunya Universitas di Batam yang memiliki program S3. Bahkan peluang untuk jenjang spesialis sangat besar. Untuk spesilis pertama yang dibuka nantinya, tergantung peminatnya paling banyak,” ujar Indrayani.
Karena itu, ia berharap Uniba sebagai aset pendidikan dapat dukungan dari pemerintah Kepri maupun kota. Sehingga kedepannya, Uniba bisa jadi kebanggan masyarakat.
“Untuk dokter akreditasi A, profesi juga A. Kedua program studi ini juga A. Kalau program spesialis merencanakan apa yang paling diminati. Setelah kami lepaskan 1 tahun lanjut ke intensif untuk mendapatkan SIP. Mendapat tugas diberbagai daerah. Bersaing untuk lulus dengan dokter se-Indonesia,” jelasnya.
Sementara, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengucapkan selamat kepada calon dokter yang telah resmi menjadi dokter setelah diambil sumpah. Ia pun berharap, para dokter muda tersebut bisa memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Sebagaimana sumpah yang telah diucapkan mereka jelang menjadi dokter.
“Jalankanlah tugas sebagai dokter yang baik, sebagaimana sumpah yang telah diucapkan,” ucap Rudi.
Dijelaskan Rudi, di beberapa daerah yang ada di Kepri masih banyak kekurangan dokter, contohnya dari Anambas. Karena itu, Rudi berharap para dokter muda bisa bekerja sesuai dengan hati nurani membantu masyarakat yang sedang sakit.
“Mudah-mudahan mereka yang disumpah hari ini menjadi contoh, menjadi duta kedokteran, yang membawa nama baik UNIBA juga Kota Batam,” harap Rudi. (*)
Reporter : Yashinta



