
batampos – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Batam berlangsung berbeda. Tidak ada aksi unjuk rasa. Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kepulauan Riau (Kepri) justru turun ke jalan untuk membersihkan sampah liar di berbagai titik kota.
Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saipul Badri, mengatakan aksi ini melibatkan sekitar 60 armada kendaraan yang disebar ke seluruh kecamatan di Batam. Pelepasan simbolis dilakukan di DC Mall dengan tiga unit dump truck, sementara wilayah lain masing-masing mendapat tiga hingga empat kendaraan.
“Satu mobil minimal mengangkut satu ton. Total ada sekitar 50 sampai 60 ton sampah yang berhasil diangkut, bahkan bisa lebih,” ujarnya.
Seluruh proses pembersihan itu diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam. Sasaran utama aksi ini adalah titik pembuangan sampah liar, bukan tempat pembuangan resmi. Menurut Saipul, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari kesejahteraan buruh.
“Kita tidak bisa bicara sejahtera kalau lingkungan tempat tinggal kita masih kotor,” katanya.
Ini menjadi tahun kedua SPSI memperingati May Day dengan kegiatan sosial. Tahun lalu, mereka melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan nelayan.
Saipul menegaskan, kegiatan ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah dalam pengelolaan sampah. Aksi ini lebih sebagai pesan moral agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga menilai gerakan buruh perlu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, serikat pekerja tidak hanya hadir untuk menyuarakan tuntutan, tetapi juga menawarkan solusi.
“Kita tidak ingin dikenal sebagai pembuat masalah. Buruh harus hadir sebagai bagian dari solusi,” tegas dia
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut mengapresiasi aksi yang dilakukan para pekerja pada peringatan May Day tahun ini. Menurutnya, langkah buruh yang langsung bergerak di lapangan sejalan dengan kebijakan nasional.
Ia menilai, para aktivis buruh mampu merespons program pemerintah pusat melalui aksi nyata di daerah. Salah satunya dengan mendukung Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (GEMA ASRI) yang sebelumnya dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Oh iya, satu lagi poin yang di Alun-alun Engku Putri, kita justru mengapresiasi karena aktivis perburuhan di May Day ini merespons langsung kebijakan di level nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program GEMA ASRI telah ditindaklanjuti di tingkat daerah, termasuk melalui kegiatan di kawasan K-Square dan berbagai kecamatan di Batam yang terus bergerak menjalankan aksi kebersihan.
“Kalau tidak salah, besok Batam Kota juga mengundang saya untuk kurve. Dan rupanya rekan-rekan perburuhan pun menggunakan momentum May Day ini untuk mengimplementasikan kebijakan Presiden. Ini sinergi yang luar biasa,” katanya.(*)

