Sabtu, 14 Maret 2026

Harga BBM Naik, Kota Batam Inflasi 1,08 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Inflasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah mendorong inflasi di Kota Batam di September 2022. Setelah mencatat penurunan harga (deflasi) pada Agustus 2022 lalu sebesar 0,50 dibandingkan bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) berbalik mengalami peningkatan harga (inflasi) pada September 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam sebesar 112,60 atau mengalami inflasi sebesar 1,08 persen.

Sedangkan secara tahunan, Inflasi tahun kalender Kota Batam tahun 2022 sebesar 5,01 persen. Inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 6,87 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, peningkatan inflasi pada September 2022 ini didorong oleh peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi.

Selain itu, Inflasi di Kota Batam juga terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran.

“Kenaikan bensin bersubsidi telah memberikan andil inflasi September sebesar 0,91 persen,” ujar ujar Rahmad, Rabu (5/10).

Sedangkan delapan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga ini adalah kelompok transportasi yakni sebesar 6,97 persen dan kelompok pendidikan yakni sebesar 1,39 persen.

Selanjutnya, ada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,39 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,32 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,12 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,05 persen dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami penurunan sebesar 0,29 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,34 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.

“Dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 101 komoditas mengalami kenaikan harga dan 51 komoditas mengalami penurunan harga,” ungkap Rahmad.

Selanjutnya, dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat semua kota mengalami inflasi pada bulan September 2022. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,87 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,33 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke-10 dan ke-16 dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,87 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Merauke sebesar 0,07 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,64 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Timika sebesar 0,59
persen.

Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke-43 dan ke-61 dari 88 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia.

Terkait inflasi di Batam ini Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto merekomendasikan, pemerintah untuk fokus kepada pengendalian harga pangan (inflasi bahan kebutuhan pokok masyarakat).

“Sementara untuk volatile food cenderung bergejolak dan sangat fluktuatif,” sebut Rahmad.

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN